HEADLINE TOPIK:
Luwu Timur Siap Raih KLA
Selasa,12 Maret 2019 | 22:21 WITA | Kominfo

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Luwu Timur untuk meraih peringkat Kabupaten Layak Anak (KLA), Luwu Timur menjadi peserta terbanyak pada kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang digelar Dinas P3A Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Walikota Palopo, Selasa (12/03/2019).

Sebanyak 15 pejabat dari OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur hadir dalam monev untuk melakukan penginputan data indikator Kabupaten Layak Anak (KLA) 2019 agar dalam menghadapi Monev Nasional Implementasi KLA yang akan dimulai pada tgl 16 Maret s/d 5 April 2019 mendatang, dimana diharapkan setiap Kabupaten dapat mengisi secara tepat indikator KLA sehinggga dapat meraih predikat KLA.

Untuk diketahui, KLA merupakan Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak, sehingga diperlukan kerjasama antar OPD untuk pemenuhan setiap indikator KLA.

Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Luwu Timur, Hj. Julaeha Thalib sebagai leading sektor kegiatan ini mengungkapkan bahwa, diperlukan kerjasama dan peran aktif lintas sektor memperoleh hasil yang maksimal dalam penginputan setiap indikator.

“Menjadikan daerah menjadi layak bagi anak untuk tumbuh dan berkembang optimal serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah, bukan menjadi tugas DP3A, tetapi tugas seluruh perangkat daerah,” ungkap Hj. Juleha.

Pada hari pertama kegiatan ini, Kabupaten Luwu Timur ditugaskan untuk melakukan penginputan data indikator klaster 5 terkait perlindungan khusus yang akan dipresentasikan pada esok hari, Rabu (13/03/2019). (ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.