HEADLINE TOPIK:
Pengangkatan PPNPNS Bawaslu Luwu Disoal, Yang Lulus Kerabat dekat Komisioner?
Sabtu,16 Maret 2019 | 10:21 WITA |
BERITA TERKAIT

LUWU – Pengangkatan delapan orang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Bawaslu Luwu, Sulawesi Selatan, disoal. Mekanisme perekrutannya disebut melabrak aturan Persekjen Nomor 1 tahun 2017, tentang mekanisme pengangkatan PPNPNS. Selain diduga melabrak Persekjen nomor 1, perekrutan pegawai PPNPNS Bawaslu Luwu, disebut sarat permainan, orang-orang yang dinyatakan lulus, merupakan kerabat dekat komisioner Bawaslu Luwu.

Ismail Ishak, Koordinator Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL), menyebut, kredibilitas Bawaslu Luwu, sebagai penyelenggara Pemilu, dipertanyakan, sebab aturan Internal saja, mereka berani langgar. “Maka tidak salah, jika kami sebagai masyarakat, mempertanyakan kredibilitas penyelenggara Pemilu yang mentalnya seperti ini,” kata Ismail Ishak, Sabtu 16/03/2019.

Adapun Asriani, Divisi Sumber Daya Manusia, Bawaslu Luwu, tidak membantah adanya oang dekat komisioner Bawaslu yang lulus seleksi PPNPNS. Dia mengatakan seleksi penerimaan pegawai non PNS yang akan bekerja di Bawaslu, terbuka untuk umum. Namun ketika dcecar siapa nama kerabatnya yang lulu seleksi, Asriani beralasan, secara kelembagaan, dia tidak berbicara soal keluarga.

“Sehingga siapa saja bisa mendaftar, termasuk keluarga kami,” kata Asriani.

Asriani lalu menjelaskan, semua peserta yang dinyatakan lulus berkas, diseleksi lagi melalui ujian kompetensi dasar yang dilakukan jajaran Bawaslu dan Komisioner. Pernyataan Asriani ini, kembali bertentangan dengan Persekjen Bawaslu nomor 1 tahun 2017, dalam pasal 19, poin tiga dijelaskan, ujian kompetensi dilakukan koordinator Sekretaris Bawaslu Kabupaten atau Sekretaris Bawaslu Provinsi, jika Koorsek Kabupaten/Kota berhalangan.

“Soal itu kami sudah laporkan ke Koorsek Provinsi, bahwa di Bawaslu Luwu, Koorseknya mengundurkan diri dan posisinya kosong, sehingga untuk ujian kompetensi kami yang laksanakan sesuai petunjuk Koorsek Provinisi,” ujarnya.

Haswadi

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.