HEADLINE TOPIK:
Pantau USBN-BK, Irwan Berharap Hasilnya Memuaskan
Senin,22 April 2019 | 19:54 WITA | Kominfo

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Asisten Pemerintahan, Dohri Ashari dan Kadis Pendidikan, La Besse, memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) tingkat SD dan SMP, di beberapa sekolah di Kec. Malili, pada Senin (22/04/2019).

Wakil Bupati memulai pantauannya di SD Mallaulu, kemudian dilanjutkan ke SMP 2 Malili, kemudian menuju ke SMP 1 Malili dan berakhir di SD 221 Malili.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Luwu Timur, La Besse melaporkan bahwa, tahun ini jumlah sekolah yang mengikuti ujian untuk tingkat Sekolah Dasar sebanyak 22 sekolah dan untuk SMP/Sederajat sebanyak 63 sekolah.

“Sementara peserta ujian untuk siswa SD sederajat sebanyak 1325 dan SMP berjumlah 5233 siswa. Pelaksanaan USBN-BK ini akan berlangsung selama empat hari yakni pada 22 s/d 25 April 2019,” jelas La Besse.

Dalam pantauannya, Wabup Irwan melihat para siswa cukup antusias, semangat dan penuh percaya diri mengikuti USBN-BK.

“Kita berharap hasil USBN-BK ini memuaskan sehingga akan berujung pada peningkatan prestasi kelulusan siswa pada ujian nasional nantinya,” harap Irwan.

Wakil Bupati juga berharap, dari kegiatan USBN-BK ini bisa meningkatkan kualitas hasil ujian, sebab dari USBN-BK akan dapat menilai integritas dan kejujuran siswa dalam mengerjakan soal–soal.

“Semakin banyaknya sekolah yang melaksanakan USBN-BK, itu artinya jaminan integritasnya semakin tinggi, karena dengan sistem komputer ini, dipastikan setiap orang itu hanya mengerjakan soal yang ada dihadapannya, sehingga bisa dipastikan tidak ada kecurangan selama ujian,” kata Irwan.

Secara keseluruhan, Wabup Irwan melihat anak-anak terlihat santai mengikuti proses ujian, bahkan ia sempat berkomunikasi dengan beberapa siswa, menanyakan kendala-kendala yang dihadapi. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.