HEADLINE TOPIK:
Ambulance Bantuan PMI tak Difungsikan, Warga Sakit Diangkut Pakai Hardtop
Selasa,14 Mei 2019 | 21:02 WITA | bw

Warga di Kecamatan Latimojong mempertanyakan keberadaan armada ambulance bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang sedianya dipruntukkan bagi pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Pasalnya, warga yang ingin menggunakan armada tersebut ternyata tidak dapat difungsikan. Seperti yang diungkapkan Marwan, warga Desa Pajang, Kecamatan Latimojong yang terpaksa mengangkut orang tuanya yang sedang sakit dengan menyewa mobil hardtop untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru, Belopa.

Marwan, mengaku sudah menghubungi Kepala Puskesmas Latimojong, Mardi Mading dengan maksud meminta bantuan agar orang tuanya diantar ke RSUD Batara Guru, menggunakan mobil Ambulance.

“Kami sudah menghubungi Kepala Puskesmas, tapi mereka (Mardi Mading) beralasan, sopirnya stand by di Puskesmas, sementara mobilnya stand by di Kampung Baru,” kata Marwan.

Marwan menambahkan, ketika itu, Kepala Puskesmas, mengatakan, kalau sopirnya bersedia ke Kampung Baru menjemput ambulance, maka pasien bisa dibawa pakai ambulance. “Jarak dari puskesmas tempat sopirnya berada dengan tempat parkiri ambulance cukup jauh, sehingga kami putuskan untuk menyewa hardtop saja,” ujarnya.

Dia menyayangkan, mobil ambulance yang harusnya stand by setiap saat, untuk melayani warga yang butuh bantuan, justru tidak dapat dimanfaatkan.

Padahal, Bupati Luwu, Basmin Mattayang, sudah mewanti-wanti tenaga kesehatan di seluruh wilayah Luwu, baik di Rumah sakit maupun Puskesmas, untuk memberikan pelayanan prima kepada warga yang membutuhkan, termasuk Ambulance.

“Keinginan kami agar seluruh masyarakat Luwu bisa mendapatkan pelayan kesehatan yang maksimal, hilangkan kesan bahwa rumah sakit itu, tempat untuk mati,” kata Basmin, saat menghadiri acara HUT IDI, di Belopa, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Latimojong, Mardi Mading, belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.