HEADLINE TOPIK:
Sarkawi Terima Massa Pendemo Dari Forum Pemuda Peduli Wotu
Senin,10 Juni 2019 | 15:39 WITA | Ryan

Ketua Komisi I DPRD Luwu Timur, Sarkawi A. Hamid, beserta sejumlah legislator yang telah berkantor menerima massa pendemo. Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan rekan-rekan sekalian untuk mempertanyakan penghilangan identitas nama pahlawan di TMP Wotu.

Menurut legislator senior ini, tuntutan Forum Pemuda Peduli Wotu sebenarnya telah diketahui melalui informasi di media sosial dan mendengar langsung keluhan masyarakat di Wotu.

“Sudah kami agendakan pemanggilan kepada dinas terkait (Dinas Sosial) hanya saja kebetulan bertetapan dengan libur nasional sehingga memang kami jadwalkan ulang saat hari kerja pasca lebaran,” ungkap Sarkawi, Sabtu (10/05/2019).

Olehnya itu, dengan aksi hari ini Sarkawi berharap tuntutan para pengunjuk rasa akan difasilitasi sesegera mungkin dengan meminta klarifikasi dari dinas terkait. “Saya meminta agar Dinas Sosial bisa mengidentifikasi ulang nama-nama pejuang dan pahlawan yang diketahui dari keterangan beberapa sumber dengan memperhatikan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia. Ini adalah identitas sejarah yang harus dijaga oleh kita semua sebagai pewaris perjuangan mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, puluhan pemuda yang mengatasnamakan Forum Pemuda Peduli Wotu, mendatangi gedung DPRD Luwu Timur. Mereka datang ke gedung wakil rakyat itu untuk melayangkan protes kepada Dinas Sosial Kabupaten Luwu Timur yang dituding dengan sengaja menghilangkan identitas nama pahlawan di taman makam pahlawan (TMP) Wotu.

Dalam orasinya, Forum Pemuda Peduli Wotu ini mempertanyakan kinerja Dinas Sosial dan menyesalkan penghilangan nama pahlawan di TMP. Aksi para pengunjuk rasa mengundang perhatian seluruh staf di DPRD Luwu Timur yang baru saja masuk kerja setelah libur bersama Lebaran.

“Kami meminta pertanggungjawaban Dinas Sosial yang dengan sengaja menghilangkan identitas nama pahlawan dan mengganti tanpa nama. Sebagai keluarga besar, cucut dan buyut dari para pejuang dan pahlawan tentu sangat keberatan dengan tindakan penghilangan ini,” ujar M. Takwin, juru bicara Forum Pemuda Peduli Wotu. (rhj)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.