HEADLINE TOPIK:
Bupati Lutim Saksikan Langsung Pementasan I La Galigo di Jakarta
Kamis,4 Juli 2019 | 14:42 WITA | Kominfo

Pertunjukan teater dunia berjudul I La Galigo karya Robert Wilson mendapat perhatian dari Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler. Disela-sela kunjungan kerjanya di Jakarta, Husler menyempatkan diri melihat langsung pementasan teater I La Galigo di Ciputra Artpreneur Jakarta pada Selasa (03/07/2019).

Husler berharap pertunjukan besar ini nantinya bisa dipentaskan di Luwu Timur. Pasalnya, kata Husler, asal muasal cerita I La Galigo ini adalah dari Tana Luwu, sehingga pementasan besar seperti ini di harapkan dapat dilaksanakan di Tana Luwu agar masyarakat Tana Luwu dapat merefleksi budaya leluhur kita yang masih sangat relevan dengan kehidupan modern yang saat ini diadaptasi oleh masyarakat kita.

Di hari dan waktu yang sama, pertunjukan ini juga dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Kehadiran Bupati Luwu Timur, didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, Hamris Darwis. “Awalnya kami upayakan agar pertunjukan ini dapat disaksikan oleh Bupati Luwu Timur bersama Datu Luwu XL, namun berhubung Datu Luwu XL masih berada di Palopo sehingga kami siapkan untuk Datu Luwu XL Andi Maradang Mackulau Opu to Bau tiket pertunjukan pada tanggal 5 Juli 2019,” ungkap Hamris.

Ide cerita pementasan ini diangkat dari Sureq La Galigo yang telah mendapat pengakuan Unesco sebagai Warisan Dunia Tak Benda yang dipentaskan pada tanggal 3, 5, 6 dan 7 Juli 2019 di Ciputra Artpreneur Jakarta.

Salah satu penonton asal Luwu Timur, Yusran, mengomentari kehadiran Bupati Luwu Timur sebagai bentuk apresiasi terhadap Budaya Luwu.

“Pertunjukan ini tentang kisah Sawerigading, leluhur kita di Tana Luwu. Seorang Bupati yang bisa hadir di sela-sela kesibukannya, tentu menjadi contoh menghargai budaya kita yang justru diperkenalkan kepada dunia oleh warga negara Amerika Serikat,” ujar Yusran. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.