HEADLINE TOPIK:
Bupati Lutim Terima Tim Dirjen Perhubungan Terkait Galangan Kapal Feri
Kamis,8 Agustus 2019 | 11:47 WITA | Kominfo

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler, menerima Tim Audiensi dari Dirjen Transportasi Sungai, Darat dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan di Ruang kerja Bupati Luwu Timur, Malili, pada Kamis (08/08/2019).

Pertemuan ini adalah untuk membahas tentang Pemetaan Lahan Galangan Kapal Feri yang akan dibangun di Danau Matano dan Danau Towuti.

Dalam pertemuan ini, Husler menyampaikan kepada Tim Audiensi Dirjen Transportasi Sungai, Darat dan Penyeberangan (TSDP) Kementerian Perhubungan bahwa, Luwu Timur sangat potensial untuk fasilitas penyeberangan feri karena ditunjang alam dan wisatanya yang mendukung, diantaranya memiliki dua danau yaitu Danau matano dan Danau Towuti.

Namun, lanjut Husler, untuk sarana transportasi penyeberangan saat ini masih dikelola oleh masyarakat lokal setempat. Belum ada fasilitas penyebrangan yang berkualitas seperti kapal Feri. Terkait hal ini, Husler sangat berharap adanya sarana transportasi yang layak bagi masyarakat setempat, utamanya penduduk yang masih gunakan transportasi tradisional.

“Kami Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sangat siap untuk bersinergi dengan Pemerintah pusat untuk menghadirkan pengembangan sarana transportasi danau di kedua danau tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Fahmi, Kepala Seksi TSDP, mengatakan, proses pengerjaan fasilitas tersebut memakan waktu sekitar 2 tahun, dan setelah selesai proses pengerjaan kapal, bisa langsung digunakan beroperasi. Pengadaan galangan kapal tersebut juga nantinya akan mampu menyerap tenaga kerja masyarakat setempat, baik pada saat pembangunan dan perakitan kapal, maupun setelah beroperasi.

Pemerintah daerah juga sudah pernah melakukan sosialisasi tentang keselamatan dalam bertransportasi air sekaligus pembagian alat keselamatan kerja bagi pekerja di sungai, danau dan laut.

Setelah di Luwu Timur, rencananya akan dilakukan juga pembangunan galangan kapal Feri di wilayah Sulawesi Tenggara, sehingga akan ada pengaturan rute jalur Feri di perairan teluk Bone juga. Hal ini juga dibenarkan oleh Bahar Latief selaku Kasi LLASDP Balai Transportasi Darat Sulselbar.

“Kami juga sangat mengharapkan kerjasama Pemda dan masyarakat setempat dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan galangan kapal tersebut, termasuk dengan pemberian izin prinsip atau izin industri sesuai yang telah diatur,” tutup Catur yang merupakan kontraktor pelaksana. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.