HEADLINE TOPIK:
Perpustakaan Tudang Sipulung Puncak Indah Audiens Gubernur Sulsel
Jumat,9 Agustus 2019 | 13:10 WITA | Ryan

Jelang keberangkatan mengikuti Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan tingkat nasional di Jakarta, pada Tanggal 14 Agustus 2019 mendatang, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Satri, didampingi Kepala Desa Puncak Indah, Muhammad Cakir, melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (09/08/2019).

Dalam audiensi, rombongan Perpustakaan Desa Puncak Indah diterima secara resmi oleh Gubernur diwakili Sekda Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani. Hadir juga para peserta Lomba Perpustakaan Sekolah, Lomba Pustakawan Berprestasi, Arsiparis Berprestasi dan Lomba Bercerita Anak SD/MI yang juga berkompetisi akan mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional di Jakarta.

Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani menyambut hangat peserta lomba dan berpesan agar Dinas Perpustakaan Provinsi melakukan persiapan secara maksimal agar dapat menjadi yang terbaik dalam kompetisi tersebut.

“Persiapkan dengan matang, karena para peserta ini akan membawa nama baik Provinsi Sulawesi Selatan,” pesan Abdul Gani.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Luwu Timur, Satri, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Perpustakaan Tudang Sipulung Desa Puncak Indah mewakili Sulsel pada level nasional. Olehnya itu, Satri berharap hasil yang terbaik bisa diraih dalam kompetisi ini.

“Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kami dari Perpustakaan Puncak Indah ini dapat mewakili Provinsi Sulawesi Selatan berkompetisi ditingkat nasional,” ungkap Satri.

Dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan telah dilakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan fasilitas Perpustakaan Tudang Sipulung agar dapat menjadi yang terbaik dalam ajang ini. (rhj)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...