HEADLINE TOPIK:
Umat Muslim Kecamatan Wotu Shalat Idul Adha di Lapangan Gaswo
Minggu,11 Agustus 2019 | 10:22 WITA | Ryan

Ribuan Umat Muslim Kecamatan Wotu, menggelar Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah di lapangan sepakbola Gaswo Wotu, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Minggu (11/08/2019). Bertindak sebagai Imam Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah kali ini ialah Ustadz Abduzihab Al Khafiz, S.Pdi. Sementara untuk khotib adalah Ustadz Mustakim, S.Pdi. M. Ag.

Pada kesempatan ini, Camat Wotu, Irawan Ali membacakan sambutan seragam Bupati Luwu Timur yang mengatakan bahwa, ketika umat Islam di negeri ini menjalankan shalat Idul Adha dan berqurban, saudara-saudara kita kaum Muslimin sedunia sedang menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci.

“Mampu melaksanakan Rukun Islam yang kelima ini memiliki artian siap untuk mengorbankan harta yang dimiliki sebagai wujud syukur atas nikmat harta dan kesehatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Irawan dalam sambutan Bupati Luwu Timur.

Namun, lanjut Irawan, yang paling prinsip dan mendasar dari pelaksanaan ibadah itu, harus dilandasi dengan spirit keikhlasan, sebab keikhlasan merupakan salah satu kunci untuk memperoleh ridha Allah SWT.

“Jika kita melaksanakan ibadah tanpa didasari oleh keikhlasan, maka niscaya yang kita lakukan akan menjadi sia-sia,” kata Irawan Ali.

Sebelumnya, Pengurus PHBI Kecamatan Wotu melaporkan bahwa, tahun ini jumlah sapi yang akan di qurbankan sebanyak 60 ekor, sedangkan kambing berjumlah 22 ekor.

“Alhamdulillah, jumlah sapi yang akan di qurbankan tahun ini bertambah dari tahun sebelumnya yang hanya 40 ekor saja,” tutupnya.

Ustadz Mustakim, S.Pdi. M. Ag. yang bertindak sebagai Khatib dalam tau’ziyahnya mengajak para jamaah agar senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, dan memperbanyak amal ibadah. Ia pun mengajak masyarakat untuk saling berbagi, mensedekahkan sedikit rejekinya untuk berbagi ke sesama yang membutuhkan, dan jangan memutuskan tali silaturahmi.

“Mari manfaatkan momentum Idul Adha ini untuk memperbaiki diri, menjalin silaturahmi ke keluarga, kita datangi rumahnya, saling maaf-memaafkan, karena Allah SWT sangat membenci jika ada hamba-Nya yang saling membenci,” pesan Ust. Mustakim. (rhj)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...