HEADLINE TOPIK:
DKPP Luwu Timur Gelar Festival Pangan Lokal
Sabtu,17 Agustus 2019 | 17:20 WITA | Ryan

Momentum HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tingkat Kabupaten Luwu Timur dimanfaatkan Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan (DKPP) Kabupaten Luwu Timur, dengan menggelar Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), usai pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di lapangan Soekarno Hatta, Puncak Indah Malili (17/08/2019).

Berbagai olahan pangan lokal disajikan rapi oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur. Aneka ragam olahan makanan yang berbahan dasar umbi-umbian, buah dan sayur menunjukkan ketersediaan bahan makanan yang beragam berlimpah di Kabupaten Luwu Timur.

Kepala DKPP Kabupaten Luwu Timur, Nursih Hariani dalam laporannya mengatakan, pola konsumsi pangan yang dihitung dengan Pola Pangan Harapan (PPH) merupakan perilaku penting yang mempengaruhi gizi seseorang. “PPH Luwu Timur tahun 2018 menunjukkan skor 97,5 dimana skor nasional 100,” terang Nursih.

Nursih menambahkan, masyarakat Luwu Timur perlu mengurangi konsumsi beras dari 406 gram/kapita/hari menjadi 275 gram/kapita/hari dan meningkatkan konsumsi umbi-umbian dari 47,4 gram/kapita/hari menjadi 100 gram/kapita/hari.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler yang mengunjungi lokasi festival menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun dan mengolah sumber daya yang sangat besar di Bumi Batara Guru.

“Luwu Timur memiliki potensi yang besar, mari kita bangun dan kembangkan berbagai sumber daya yang kita miliki,” ujar Husler.

Dari hasil penilaian dewan Juri, Tim Penggerak PKK Kecamatan Malili tampil sebagai Juara 1, Juara 2 diraih TP PKK Kecamatan Kalaena dan Juara 3 diraih TP PKK Kecamatan Wotu. Sedangkan juara Harapan 1 TP PKK Kecamatan Wasuponda, Juara Harapan 2 TP PKK Kecamatan Tomoni, Juara Harapan 3 TP PKK Kecamatan Nuha, dan Juara Favorit TP PKK Kecamatan Tomoni Timur. (rhj)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.