HEADLINE TOPIK:
Petani Sawit Mengaku Terdampak Atas Berdirinya PT SSS di Lutra
Selasa,5 November 2019 | 19:33 WITA | Lukman Hamarong
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat memantau pabrik minyak kelapa sawit PT SSS di Desa Patila, Kecamatan Tanalili beberapa waktu lalu (Sumber Foto: Humas Pemkab Lutra)

Sejak diresmikan pada Oktober 2019 lalu, Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Surya Sawit Sejahtera (SSS) ternyata memberikan dampak kepada petani sawit setempat. Namun, bukanlah dampak negatif yang dirasakan petani, melainkan dampak positif yaitu naiknya harga sawit tandan buah segar (tbs).

Seorang petani sawit di Kecamatan Sukamaju, H Jereng mengaku jika kenaikan harga sawit sudah dirasakan sejak pertama kali PMKS PT SSS mulai berproduksi.

“Alhamdulillah, petani merasakan kenaikan harga yang sebelumnya Rp 761 per tbs menjadi Rp 831 per tbs,” kata Jereng usai bertemu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Senin (4/11).

Dia pun menyampaikan ucapan terima kasihnya atas upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang telah mendatangkan investor PMKS tersebut ke Luwu Utara.

“Masyarakat sangat bersyukur adanya PMKS ini karena harga menjadi bisa bersaing. Intinya, petani juga ikut senang karena adanya persaingan harga,” katanya.

Sekedar informasi, PT SSS diresmikan oleh Bupati Luwu Utara pada Oktober silam. Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 42,3 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 630 ton perhari.

Manajemen perusahaan mengaku nilai investasi pembangunan PMKS di Lutra itu mencapai Rp104 miliar.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...