HEADLINE TOPIK:
80 Pengurus DWP Luwu Timur di Bekali Public Speaking
Kamis,7 November 2019 | 21:06 WITA | Ryan

LUTIM – Istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam keanggotaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Luwu Timur dibekali pelatihan agar berani tampil berbicara di depan publik.

Kegiatan Pelatihan Kepribadian dan Public Speaking ini dirangkaikan dengan pertemuan rutin Dharma Wanita yang sekarang di laksanakan di Gedung Wanita Simpurusiang, Kamis (07/11/2019).

“Setiap perempuan harus terus meningkatkan kualitas diri dalam berbagai hal, termasuk kepribadian dan kemampuan berbicara di depan publik. Kemampuan ini penting karena akan sangat bermanfaat untuk banyak hal,” kata Ketua DWP Kabupaten Luwu timur, Dra. Masrah Bahri Suli.

Kegiatan “Pelatihan Kepribadian dan Public Speaking” tersebut diikuti 80 Istri ASN setempat. Panitia menghadirkan sejumlah Narasumber yang berpengalaman dalam hal pelatihan kemampuan berbicara di depan publik.

Narasumber memberikan materi terkait pelatihan kpribadian dan pelatihan keprotokoleran, serta tips dan trik bagaimana cara agar berani dan menguasai materi saat tampil di depan publik.

Banyak manfaat didapat dengan menguasai kemampuan berbicara di depan publik. Peserta akan lebih percaya diri dan termotivasi untuk melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Perempuan harus dapat meningkatkan profesionalisme, rasa percaya diri, kemampuan belajar dan mempengaruhi, serta memperluas jaringan pergaulan,” ungkapnya.

“Kami sangat mengapresiasi pelatihan ini, karena ini sangat bermanfaat. Apalagi sebagai istri ASN, kita tentu harus memiliki kemampuan tampil di depan publik karena kita juga harus mendukung program Pemerintah,” kata Masrah Bahri Suli.

Hadir Sebagai narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andi Tabaccina Akhmad dan Kasubag Publikasi dan Dokumentasi, Sulviani Suardi. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...