Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Disnak Keswan Hadirkan Inovasi Pakan Ternak Tahan Selama Setahun
Rabu,13 November 2019 | 21:47 WITA |
oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kebupaten Luwu Utara mengenalkan inovasi berupa pengaplikasian logistik pakan ternak secara fermentasi dan amoniasi

Lahan pertanian yang cukup luas, dimanfaatkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kebupaten Luwu Utara untuk menciptakan inovasi berupa pakan ternak yang tahan selama setahun. Inovasi itu berupa penyediaan logistik pakan ternak dengan menggunakan sistem fermentasi.

Kepala Seksi Pakan, Disnak Keswan Luwu Utara, Is Suryanti mengatakan inovasi yang dihadirkan itu dilatarbelakangi oleh kebiasaan petani yang langsung membakar jerami pasca panen, padahal jerami bisa menjadi sumber pakan untuk ternak.

“Pemanfaatannya yaitu dengan model penyimpanan pakan ternak ini dalam rak-rak logistik, sehingga penyaluran pakan ke ternak dapat terpenuhi secara kuantitas dan kualitas, namun kebiasaan petani yang langsung membakar jerami pasca panen harus dirubah” kata Is Suryanti, Selasa (12/11/2019) kemarin.

Dia merincikan, berdasarkan Data Statistik Luwu Utara 2019, luas lahan sawah 27.653 Ha dengan luas panen 42.973,2 Ha.

“Angka ini menunjukkan besarnya potensi limbah pertanian yang dihasilkan. Jika dalam satu hektar sawah, dapat menghasilkan limbah jerami padi sebanyak 15 ton, maka jumlah ini cukup untuk pakan 2 ekor sapi selama setahun,” ujarnya.

Dia beralasan, belum adanya sistem logistik pakan ternak yang menjadi tempat penyimpanan sumber pakan berkualitas bagi ternak sapi dan kambing mendasari dirinya menawarkan inovasi logistik pakan ternak sistem fermentasi.

Selain itu, penyediaan pakan yang berkualitas bagi ternak sapi dan kambing belum berlangsung secara berkelanjutan. Juga masih dibiarkannya limbah pertanian menumpuk begitu saja. Padahal menurut dia potensinya sangat besar dalam memenuhi penyediaan pakan ternak bagi  sapi dan kambing.

Untuk mengenalkan inovasinya itu kepada masyarakat terutama petani, pihaknya telah melakukan sosialisasi Logistik Pakan Ternak Fermentasi dan Amoniasi pada 7 November 2019 lalu sebagai bagian dari upaya mengenalkan inovasi ini kepada masyarakat.

“Saya bagi tiga tujuan sosialisasi ini. Ada tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” terang isteri dari seorang Penyuluh Pertanian ini.

Tujuan jangka pendeknya adalah terwujudnya pemanfaatan potensi limbah pertanian melalui penerapan sistem logistik pakan. Tujuan jangka menengah, terwujudnya pemanfaatan potensi limbah pertanian melalui penerapan sistem logistik pakan, dan tujuan jangka panjangnya, semua peternak mampu menerapkan teknologi pengolahan limbah pertanian ini.

“Ke depan, kita berharap semua peternak di Kabupaten Luwu Utara mampu mengaplikasikan logistik pakan ternak secara fermentasi dan amoniasi,” harapnya. (LH)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...