Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Pemkab. Lutim Gelar Sosialisasi Daerah Rawan Bencana
Rabu,13 November 2019 | 14:38 WITA | Ryan

LUTIM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Aula Kecamatan Angkona, Rabu (13/11/2019).

Kepala Pelaksana BPBD, Muhammad Zabur mewakili Bupati Lutim mengatakan, secara Nasional Luwu Timur masuk zona merah daerah rawan bencana. Khusus di Wilayah Angkona, potensi bencana longsor yang mendominasi.

“Ada 16 rumah yang dibangun untuk warga terdampak bencana longsor di Maliwowo Angkona dan empat rumah di Desa Ussu akibat longsor beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat rumahnya rampung dan akan diserahkan kepada masyarakat,” kata Zabur.

Disamping rawan bencana, kata Zabur, wilayah Luwu Timur juga merupakan daerah pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Oleh karena itu, sosialisasi daerah rawan bencana ini penting dilakukan agar pembangunan infrastruktur juga tetap memperhatikan aspek kebencanaan.

Potensi curah hujan kedepan akan tinggi. Wilayah Ussu akan sangat rawan karena terjadi perubahan bentuk aliran sungai akibat aktivitas masyarakat. Hal ini, kata Zabur, harus mampu diantsipasi lebih awal karena perubahan bentuk aliran sungai yang dibuat lurus dan tidak berkelok-kelok sesuai bentuk alamiahnya. Apalagi bentukan sungai baru ini lebih kecil dari aliran sungai sebelumnya.

“Jika hal ini tidak segera dibenahi tentu akan menimbulkan kerawanan jika curah hujan tinggi dan akan berpotensi mengakibatkan bencana banjir,” tambahnya.

“Sosialisasi daerah rawan bencana ini sangat penting agar masyarakat memahami dengan baik potensi bencana yang ada di wilayahnya. Patut dipahami penanganan bencana merupakan tanggungjawab bersama antara Pemerintah dan stakeholder sehingga perlu diberikan pemahaman tentang kesiapsagaan bencana,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...