Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Miris..!! Anak Dibawah Umur Dicabuli Selama Dua Tahun
Selasa,26 November 2019 | 13:31 WITA |

LUWU – Polsek Walenrang, Luwu, Sulawesi Selatan, kembali menangani laporan kasus asusila. Kali ini menimpa seorang bocah di Kecamatan Walenrang Utara. Pelakunya adalah An, berusia 15 tahun. Polisi menyebutkan, An dan korban,adalah tetangga.

Kapolsek Walenrang, AKP Rafli, mengatakan, pelaku An, sudah diamankan di Polsek Walenrang. Polisi kata Rafli, sedang menyelidiki kasus ini dan melibatkan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Kabupaten Luwu.

“Kasus cabul ini terjadi dari tahun 2018 sampai sekarang. Korban masih berusai enam tahun. Sementara ini, mendapatkan pendampingan dari Perlindungan Perempuan dan anak, adapun pelaku, sudah kita amankan,” kata AKP Rafli, Selasa (26/11/19).

Pelaku diamankan di Polsek Walenrang, setelah berkoordinasi dengan orang tuanya. Penyidikan terhadap pelaku, juga melibatkan pendamping, mengingat masih dibawah umur.

“Pelaku dan korban, sama-sama masih dibawah umur,” katanya.

Nursyamsi, Kasubid Pusat Pelayanan Terpadu, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Kabupaten Luwu, mengatakan, korban sedikit trauma, namun tetap mendapatkan pendampingan, begitupun dengan pelaku. Keduanya berhak mendapatkan pendampingan saat berhadapan dengan hukum.

“Kita libatkan juga Lembaga perlindungan anak dalam kasus ini,” kata Nursyamsi.

Kasus asusila terhadap perempuan dan anak di Luwu, mengalami peningkatan signifikan. menyebut, ada peningkatan signifikan kasus asusila yang menimpa perempuan dan anak. Pemicunya adalah pornografi. Ditahu 2019, sudha 27 kasus asusila yang ditangani.

“Begitu mudahnya mengakses situs pornografi melalui smartphone, menjadi salah satu pemicu tingginya kasus asusila di Luwu,” kata Nursyamsi.

Laporan: Damrin Arfah, Luwu

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...