Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Pemkab Lutim dan PT. Vale Akan Gelar Simulasi Bencana
Kamis,5 Desember 2019 | 11:52 WITA | Ryan

LUTIM – Meningkatnya aktivitas Sesar Matano membuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan berbagai antisipasi guna meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah menggelar pertemuan bersama PT. Vale Indonesia, Basarnas dan Tim PT. Indra Karya , pada Selasa (03/12/2019).

Pertemuan ini membahas mengenai rencana simulasi bencana alam besar-besaran dengan melibatkan 6 desa yang dilintasi sungai Malili yang diprediksi akan terdampak jika bendungan PT. Vale Collaps.

Pada pertemuan ini disepakati bahwa simulasi akan dilaksanakan tanggal 9 sampai 11 Desember 2019, dimana Lapangan Merdeka Malili dan Mes Karebbe akan menjadi Pos Induk evakuasi warga.

Puncak simulasi akan dilaksanakan 11 Desember, namun dua hari sebelumnya diadakan latihan dan geladi bersih dibawah bimbingan tim Rescue PT. Vale dan BPBD Lutim.

Simulasi ini akan melibatkan 9 Dusun yang ada di 6 Desa, antara lain Desa Balantang, Desa Baruga, Desa Puncak Indah, Desa Pongkeru, Desa karebbe, dan Desa Pasi-Pasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lutim, Amri Mustari mengatakan bahwa, simulasi ini mutlak dilakukan mengingat aktivitas gempa dari Sesar Matano naik signifikan.

Amri mengatakan, data dari BMKG yang diterima BPBD selama tahun 2019, Lutim sudah diguncang 43 kali gempa. Dari 43 kali gempa tersebut, 40 kali gempa bersumber dari Sesar Matano.

“Tujuan simulasi ini untuk memberikan pemahaman kepada warga agar mereka bisa menyelamatkan diri manakala bencana besar itu tiba,” jelas Amri.

Selain itu, simulasi ini juga untuk meningkatkan kewasapadaan warga agar tetap mawas diri. Dalam simulasi ini, kita memperkirakan tiga Bendungan PT. Vale ini ambruk akibat gempa. Luapan air dari Dam inilah yang diprediksi akan menimbulkan dampak kerusakan parah di enam desa yang dilibatkan dalam simulasi ini.

“Selain melatih tim relawan untuk mengevakuasi, wartawan juga dilibatkan dalam latihan evakuasi ini, sehingga paham menyelamatkan diri dan bisa meliput di titik aman,” tutup Mustari. (ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...