Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Siswanya Dikeroyok, Kepsek SDN 64 Tobulung Minta Maaf
Selasa,10 Desember 2019 | 18:12 WITA |

PALOPO – Masjuddin, Kepala Sekolah SDN 64 Tobulung, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengakui lalai dalam mengawasi siswanya, sehingga aksi penggeroyokan siswa di sekolah yang dipimpinnya, terjadi.

Dia menyebut, siswa yang dikeroyok itu kelas V, dan pelakunya dari kelas IV dan VI, masalah ini, sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan orang tua seluruh siswa yang ada dalam video tersebut, bersepakat untuk berdamai dan tidak mempersoalkannya lagi.

“Dihadiri juga Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak, serta orang tua siswa. Antara korban dan para pelaku, masih kerabat dekat dan tetangga di Kelurahan Tobulung,” kata Masjuddin, Selasa 10/12/19.

Mewakili pihak sekolah dan guru-guru, Masjuddin memohon maaf dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran, dan lebih meningkatkan pengawasan pada siswa.

“Yang kita sayangkan adalah oknum yang sengaja merekam videonya dan tidak melakukan upaya apapun untuk meredam aksi tersebut,” ujarnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Palopo, Andi Fatmawati Syam, menyayangkan aksi penggeroyokan itu. Dia berharap, ada perhatian serius dari Pemeritah, khususnya pada anak-anak di lingkungan sekolah, agar peristiwa serupa, tidak terulang.

“Miris juga melihat bocah SD sudah melakukan tindakan kekerasan, dan di lingkungan sekolah. Guru dan orang tua siswa, harus lebih waspada dan memberikan edukasi aktif pada anak-anak kita,” kata Andi Fatmawati.

Video pengeroyokan siswa SD di Palopo, viral di sosial media faacebook dan dikomentarsi ratusan warganet.

Laporan: Damrin Arfah Kurufy, Palopo

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...