Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Pasar Rakyat Wotu Resmi Beroperasi
Kamis,19 Maret 2020 | 14:16 WITA | Ryan

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler menghadiri Syukuran Pemanfaatan Pasar Rakyat Wotu. Dengan Tema “Pasar Rakyat Wotu Sebagai Penggerak Pertumbuhan dan Daya Saing Ekonomi Serta Penciptaan Kemakmuran Rakyat Menuju Luwu Timur Terkemuka 2021”.

Selain Bupati Luwu Timur, turut Hadir Macoa Bawalipu, Bau Muh. Aras Abdi To Baji Pua Sinri, Anggota DPRD Luwu Timur, Wahidin Wahid, Masrul Suara, Kepala OPD, Camat Wotu, Kepala Bank Sulselbar, Kepala Desa se-Kec. Wotu, Rabu (18/03/2020).

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Timur mengatakan, Pasar Rakyat Wotu ini dibangun untuk menyiapkan Wotu dan sekitarnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Luwu Timur. Olehnya itu, masyarakat Wotu harus siap dengan segala dampak perubahan yang akan ditimbulkan.

“Pemilihan lokasi pasar ini sudah sesuai dengan perencanaan jangka panjang yang sangat strategis. Karena dilokasi pasar ini juga akan dibangun Terminal. Selain itu tak jauh dari pasar ini ada Rumah Sakit, ada SPBU,” ucap Husler.

Menurutnya, bagi warga yang menempati kios dan lapak di Pasar Rakyat Wotu ini gratis. “Tidak ada yang dipungut biaya, makanya jangan dijual atau di persewakan, kalau ada yang batal berdagang di pasar ini silahkan kembalikan nanti di cari lagi orang lain,” ungkap Husler.

“Semoga keberadaan pasar ini berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, manfaatkan sebaik mungkin pasar ini karena dipasar inilah akan terjadi transaksi keuangan di masyarakat,” harap Husler.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kab. Luwu Timur, Rosmiyati Alwy dalam laporannya mengatakan, jumlah kios dipasar ini ada 18, jumlah lapaknya ada 182. Pembangunannya diselesaikan akhir 2018 dengan anggaran sekitar Rp. 5 M.

Acara ini bukan peresmian melainkan hanya syukuran pemanfaatan, karena peresmian merupakan kewenangan Pemerintah pusat. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...