Quantcast
HEADLINE TOPIK:

Kanal: Luwu

MPC PP Luwu, Temui Petani di Kecamatan Bua, Bahas Soal KTP
Minggu,10 Mei 2020 | 23:55 WITA |
  • Banner IDwebhost
  • BERITA TERKAIT

    LUWU – Kelompok Tani Pemuda (KTP) satu dari beberapa program pendampingan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila, Kabupaten Luwu, yang akan segera terealisasi.

    Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu, Ahkam Basmin Mattayang, mengatakan program ungulan ini, lahir dari hasil musyawarah MPC PP Luwu.

    “Sebenarnya ada beberapa kegiatan yang sedang kita rancang, diantaranya workshop pemuda kreatif, komunitas trail, pancasila camp, dan pemberdayaan lahan untuk petani. Nah pemberdayaan lahan ini yang sedang kita tuntaskan terlebih dahulu,” kata Ahkam Basmin, Minggu, 10 Mei 2020.

    Ahkam Basmin, bersama pengurus MPC Pemuda Pancasila, sore tadi meninjau lahan sawah, yang dikelola kelompok Tani Kulara, binaan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu. Kelompok Tani Kulara, terletak di Desa Pamesakang, Kecamatan Bua. Lokasi tersebut sengaja dipilih, karena petani penggarapnya yang mampu bertahan, ditengah banyaknya kendala, seperti sulitnya mendapatkan air, maklum petani di daerah ini, masih menggandalkan air hujan untuk pengairan.

    “Kami lama berdiskusi dengan bapak-bapak petaninya, mereka bercerita bagaimana sulitnya mendapatkan air untuk mengairi sawah, belum lagi ancaman hama dan kekurangan pupuk, namun mereka tetap bertahan dan mengerahkan segala potensi yang ada,” kata Ahkam.

    Dirinya berharap, Kelompok Tani Kulara, bisa bersinergi dengan MPC Pemuda Pancasila, untuk mewujudkan program Kelompok Tani Pemuda. Melalui program KTP ini, MPC Pemuda Pancasila, berharap, bisa efektif dan tepat sasaran.

    Menanggapi itu, Hidayat, Ketua Kelompok Tani Kulara, meminta MPC Pemuda Pancasila Luwu, untuk membantu petani di daerahnya, mengatasi kesulitan air untuk pengairan sawah. Selama ini kata dia, petani di Desa Pamesakang, hanya menggandalkan air hujan dan mempompa air sungai, jika sedang kemarau.

    “Tidak ada irigasi, kami tadah hujan dan memompa air dari sungai. Biayanya ya dikumpul dari semua petani, untuk beli bahan bakar dan menyewa mesin,” kata Hidayat.

    Dulunya, sawah yang dikelola Kelompok Tani Kulara, adalah hutan. Mereka butuh waktu dua tahun, untuk menyulapnya menjadi sawah produktif.

    “Waktu itu memang cukup sulit, kami sulit mendapatkan bantuan Pemerintah, walaupun sudah mencoba bermohon, tapi selalu gagal,” katanya.

    Kini, Hidayat berharap, lahan sawah seluas 15 hektar yang dikelola bersama rekan-rekannya, bisa semakin berkembang, setelah mendapatkan pendampingan dari MPC Pemuda Pancasila, Luwu.

    Laporan: Damrin Arfah, Luwu

    Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.