Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Pastikan Tepat Sasaran, Anggota DPRD Lutim Pantau Langsung Pembagian Sembako
Rabu,27 Mei 2020 | 21:55 WITA |

LUTIM – Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, H. Muhammad Sarkawi A. Hamid dari Fraksi Gerindra memantau langsung pembagian sembako yang dilakukan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ke pasien terjangkit covid-19 maupun keluarganya yang saat ini menjalani karantina mandiri, Rabu (27/05/2020).

Ketua Bapemperda DPRD Luwu Timur ini mengatakan, pemantauan yang dilakukan tersebut untuk memastikan bantuan yang telah dianggarkan melalui APBD ini tepat sasaran.

“Saat ini kita sangat prihatin atas kondisi yang terjadi di Luwu Timur dimana tiap hari bukannya berkurang terjangkit covid-19, malah semakin bertambah. Artinya, masih terjadi penularan secara massif. Pemerintah harus lakukan upaya pencegahan penularan yang lebih serius. Dan yang sudah divonis terpapar agar ditangani secara baik termasuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari selama karantina mandiri berlangsung,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, kita cukup prihatin dimana saat ini beberapa daerah di tanah air sudah mulai melakukan recovery menuju kehidupan baru yang lebih normal atau “new normal” justru Luwu Timur baru memulai dengan upaya pencegahan lebih ketat dan serius.

Untuk diketahui, Kabupaten Luwu Timur saat ini berada pada posisi kedua setelah Makassar yaitu 154 orang yang dinyatakan positif covid-19 pertanggal 26 Mei 2020. Dan diperkirakan jumlah itu akan semakin bertambah.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Lutim, H. Usman Sadik menyayangkan pembagian sembako kepada pasien covid-19 belum juga dilakukan.

Hal itu dikarenakan, kata dia, Dinas Sosial tidak memiliki data By Name By Addres pasien dari Dinas Kesehatan.

“Tapi Alhamdulillah, setelah kita lakukan kordinasi, pendistribusian pun dilakukan,” tambahnya. (*)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.