Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Webinar Kesehatan, Puspawati : Tingkatkan Peran PKK Dalam Posyandu
Jumat,10 Juli 2020 | 20:29 WITA | Ryan

LUTIM – Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Luwu Timur, Hj. Puspawati inginkan peran aktif PKK di masa pandemi covid-19. Hal tersebut diungkapkan usai mengikuti webinar kesehatan yang diselenggarakan TP PKK Sulawesi Selatan, Jum’at (10/07/2020).

Ketua TP PKK Prov. Sulawesi Selatan, Ir. Liestiaty F. Nurdin, M. Fish dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini digelar guna meningkatkan peran PKK dalam Posyandu dimasa Covid-19.

Pentingnya posyandu bagi anak-anak untuk mendapatkan imunisasi di usia balita agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menghantui kedepannya.

“Untuk pasangan usia subur banyak yang positif (hamil) karena terhambat pemeriksaan kontrasepsinya,” ungkap Liestiaty.

Senada hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Luwu Timur yang didampingi Wakil Sekretaris I, II, dan Pokja IV TP PKK Kabupaten Luwu Timur mengharapkan peran kader PKK dapat ditingkatkan dalam pelayanan posyandu.

“Ayo kita aktifkan kembali posyandu, yang penting dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ajak Puspawati.

Webinar kesehatan ini mengangkat tema “Revitalisasi Posyandu di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Sehat 2025”.

Dua pemateri dalam webinar tersebut yakni H. Mohamad Husni Thamrin, SKM, M. Kes selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dengan materi “Peran Posyandu Dalam Upaya Peningkatan Imunisasi di Pandemik Covid-19”.

Selanjutnya Dra. Hj. Andi Ritamariani, M. Pd selaku Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan dengan judul materi “Cegah Putus pakai alat kontrasepsi di masa Covid 19”.

Turut hadir dalam webinar tersebut Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur beserta perwakilan Pokja IV masing-masing kecamatan. (ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...