Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Husler Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid di Dua Kecamatan
Sabtu,11 Juli 2020 | 16:29 WITA | Ryan

LUTIM – Dalam sehari kunjungannya, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler meletakkan batu pertama pembangunan dua Masjid Al Muhajirin di dua Kecamatan. Pertama, Masjid Al Muhajirin Desa Balirejo Kecamatan Angkona dan kedua, Masjid Al Muhajirin Desa Bonepute Kecamatan Burau, Sabtu (11/07/2020).

Dalam sambutannya, Husler mengatakan, progress pembangunan di Luwu Timur terus berjalan. Seperti saat ini, program pembangunan rumah ibadah terus berjalan. Tidak hanya masjid, rumah ibadah umat lainnya seperti gereja dan pura juga terus mendapat perhatian melalui bantuan hibah rumah ibadah yang diprogramkan.

Menurutnya, sebagai daerah yang majemuk, sudah selayaknya Pemerintah daerah memberi perhatian kepada semua umat beragama tanpa diskriminasi. “Saya sadari betul Luwu Timur ini daerah yang sangat majemuk. Olehnya itu, program-program keagamaan yang dilakukan Pemerintah daerah semua mengakomodir setiap umat beragama,” jelasnya.

Ia menggambarkan, program wisata religi, bantuan hibah rumah ibadah, insentif guru agama semua telah berjalan sesuai harapan dan sudah dinikmati oleh semua umat beragama.

“Untuk tahun ini, karena ada wabah corona, program wisata religi jadi tertunda, namun tetap akan dilaksanakan pada tahun berikutnya seseuai hasil seleksi yang sudah dilakukan,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Muhajirin Desa Balirejo, Ahmad Syukur mengatakan, pembangunan masjid ini bersumber dari bantuan swadaya masyarakat dan hibah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp. 350 juta dari total anggaran berkisar Rp. 2 Miliar lebih.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Muhajirin Desa Bonepute, Tukiman mengatakan, proposal bantuan hibah sudah dimasukkan ke Pemda Luwu Timur. Ia merincikan bahwa untuk merampungkan Masjid ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp. 4 Miliar. Olehnya itu, pihaknya tetap berharap bantuan swadaya masyarakat, para dermawan dan Pemerintahan daerah tentunya. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...