Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Bupati Jawab Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Luwu Timur terhadap Ranperda Tentang perubahan APBD TA 2020
Selasa,8 September 2020 | 16:19 WITA |

LUTIM — Paripurna mendengarkan jawaban Bupati terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Luwu Timur terhadap Ranperda tentang perubahan APBD TA 2020 digelar. Selasa (08/09/2020).

Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, H. Usman Sadik dan Ketua Bapemperda, H. M. Sarkawi A. Hamid. Hadir Bupati Luwu Timur, H.M. Thoriq Husler, dan segenap pejabat pemkab Luwu Timur.

Husler mengatakan mengenai penurunan postur Rancangan APBD Perubahan 2020, diakibatkan kebijakan rasionalisasi dan refocusing oleh pemerintah pusat yang berimplikasi pada menurunnya pendapatan daerah.

Kendati demikian, Pemda tetap berkomitmen agar penyesuaian APBD tersebut tetap mengutamakan program prioritas yang telah terangkum dalam RKPD tahun 2020. Hal ini menjawab Pemandangan Fraksi Partai PDI Perjuangan, Gerindra dan Fraksi PAN.

Lanjutnya menjawab Fraksi Golkar, mengenai nomenklatur peningkatan saluran tersier BR3 di kecamatan Tomoni Timur dijelaskan bahwa untuk mengatasinya, akan dilakukan penambahan saluran pipa pada areal persawahan yang tergenang.

“Menjawab Fraksi Gerindra, mengenai drainase Jalan komodo desa langkea raya relah dilakukan peninjauan lapangan saat pelaksanaan reses dan selanjutnya dianalisa secara teknis dan menjadi skala prioritas oleh OPD teknis terkait.” kata Husler.

Menjawab Fraksi Nasdem bahwa pemerintah setiap saat melakukan evaluasi dan pengawasan serta pelaporan terhadap penyerapan realisasi anggaran Covid-19 dimana secara mekanisme pelaporan anggaran covid-19 merupakan salah satu persyaratan pencairan dan penyaluran DAU bulan berikutnya.

“Mengenai pembangunan kantor camat Wotu, telah diusulkan pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.” kata Husler. (*)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.