Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Ketua DPRD Lutim Serahkan Sertifikat IG Lada Kepada MPIG
Rabu,23 September 2020 | 09:57 WITA |

LUTIM — Satu lagi prestasi ditorehkan Luwu Timur dengan terbitnya Sertifikasi Indikasi Geografis Lada Luwu Timur. Sertifikat ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI bidang Indikasi Geografis sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan terhadap keragaman produk lokal Indonesia, termasuk Lada Luwu Timur.

Usai menerima Sertifikat IG Lada Luwu Timur 17 September lalu dari Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI, Bambang Randam Sariwanto, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler menyaksikan Ketua Asosiasi Petani Lada Indonesia (APLI) Luwu Timur yang juga Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam, menyerahkan Sertifikat IG Lada Luwu Timur ini kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Lada Luwu Timur di gedung Bantea Kecamatan Towuti, Selasa (22/09/2020).

Ketua APLI Luwu Timur, Amran Syam mengatakan, Sertifikat ini merupakan bukti bahwa Lada Luwu Timur diakui kualitasnya, Kemenkumham sudah keluarkan hak paten untuk lada kita. Ini adalah bukti bahwa lada kita layak dan memang dijamin kualitasnya.

Ketua DPRD Luwu Timur ini juga mengatakan, kegunaan Indikasi Geografis adalah untuk melindungi produk lokal atau daerah agar tidak diklaim perusahaan besar atau daerah lain, karena Lada Luwu Timur adalah paten milik warga Luwu Timur.

Sementara, Bupati Husler mengungkapkan setahun merupakan waktu yang cukup signifikan untuk mendapatkan sertifikat ini dengan kesungguhan. Lebih lanjut Husler pun menguraikan perjalanan untuk mendapatkan Sertifikat IG Lada Luwu Timur ini, dimulai dengan harapan petani Lada Luwu Timur untuk mempertahankan keberlanjutan produksi Lada Luwu Timur dengan karakteristik yang khas dan memiliki reputasi yang tinggi.

Sertifikat ini merupakan legalitas merk Lada Luwu Timur sebagai merk milik Masyarakat Luwu Timur dimana produk ladanya memiliki karakteristik dengan ciri khas dan memiliki profil citarasa yang pedas dengan aroma yang cukup tajam.

“Meski sertifikat ini baru kita terima secara resmi, namun kerja keras teman-teman MPIG harus kita apresiasi dan semoga dengan Sertifikat ini, dapat membantu memperbaiki peningkatan dan stabilitas harga Lada Luwu Timur, tentunya dengan langkah-langkah yang strategis dan terukur,” terang Husler.

Hingga saat ini, luas areal tanaman lada di Kabupaten Luwu Timur adalah yang terbesar di Sulawesi dengan seluas 5.926,13 hektar dengan jumlah produksi mencapai 4.174,36 ton dan produktivitas rata2 tertinggi se indonesia sebesar 1,5 ton/ha/tahun.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Usman Sadik, Anggota DPRD Suprianto, Sekretaris Dinas Pertanian, Amrullah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian, Rosmiyati Alwi, Camat Towuti, Alimuddin Nasir, para Kepala Desa se Kec.Towuti, pengurus MPIG dan Perwakilan petani dan pedagang lada se Kec. Towuti. (*)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.