Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Di Lutim Pasien Sembuh Dari Covid19 Bertambah Lagi, Ini Rinciannya
Kamis,8 Oktober 2020 | 18:57 WITA |

LUTIM – Pandemi Covid-19 di Kabupaten Luwu Timur sudah berjalan sekitar tujuh bulan, tetapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Penularan virus corona hingga hari ini, Kamis (08/10/2020), masih terus berlangsung. Akibatnya, jumlah kasus Covid-19 terus bertambah.

Berdasarkan data Tim Satgas Covid19 Lutim, pada hari ini pukul 17.00 WIB, terdapat penambahan 13 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Luwu Timur kini mencapai 1.402 kasus.

Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Tim Satuan Tugas Covid-19, Masdin. Selain itu, data tersebut juga bisa diakses masyarakat umum melalui situs http://covid19.luwutimurkab.go.id.

“13 kasus baru tersebut tersebar di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Malili 8 kasus, Kecamatan Nuha 3 kasus, dan 2 kasus lagi tersebar di Kecamatan Towuti dan Wasuponda,” ungkapnya.

Meski jumlah kasus Covid-19 terus meningkat, tetapi Tim Satgas berupaya menumbuhkan harapan dengan memperlihatkan semakin banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh.

Dalam sehari, juga tercatat ada penambahan 13 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi virus corona. Dengan demikian, total pasien sembuh setelah terinfeksi Covid-19 kini berjumlah 1.309 orang.

“13 pasien sembuh tersebut berasal dari 6 kecamatan, yakni Kecamatan Towuti 5 orang, Kecamatan Nuha 3 orang, Kecamatan Wasuponda 2 orang, dan 3 orang lagi berasal dari Kecamatan Mangkutana, Malili dan Wotu,” rinci Kepala Dinas Kominfo tersebut.

Berikut update lengkap perkembangan virus corona di Kab. Luwu Timur per tanggal 08 Oktober 2020 :

1. Konfirmasi 1.402 (simtomatik 16, asimtomatik 69, sembuh/selesai isolasi 1.309, meninggal 8),

2. Probable 11 (probable 8, meninggal 0),

3. Suspek 681 (proses isolasi 48, discarded 632, meninggal 0),

4. Kontak Erat 2.710 (proses karantina 240, discarded 2.470). (rhj)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...