Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Dari Wamena, Perawat Asal Lutim Ini Doakan Husler Terpilih Kembali
Rabu,14 Oktober 2020 | 23:23 WITA |

LUTIM,LUWURAYA.com– Jatuh cinta saat pandangan pertama, mungkin itulah yang dirasakan oleh Anastasya Bandaso (27). Namun bukanlah cinta sebagai pasangan, namun jatuh cinta sebagai rakyat kepada pimpinannya.

Peristiwa itu dirasakan Anastasya saat dirinya bertugas sebagai seorang perawat di Kabupaten Wamena, Provinsi Papua. Wanita yang berasal dari Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur itu tidak menyangka akan merasakan hangatnya perhatian seorang pemimpin dari daerah kampung asalnya, saat dirinya terjebak di konflik Wamena, Akhir September 2019 lalu.

Saat konflik Wamena tersebut, ribuan warga pendatang memilih pulang ke kampung halaman untuk menyelamatkan diri, tetapi tidak bagi Anastasya yang memilih bertahan di tengah konflik karena panggilan kemanusiaan dan menganggap tempatnya bekerja sangat kekurangan tenaga perawat.

“Saat terjebak di tengah konflik itu, tiba-tiba saya mendapat panggilan video di WA dari pak Bupati Thorig Husler,” ujar Anastasya.

Itulah momentum dia merasa jatuh cinta kepada Husler. Dia mengaku, Husler dalam sosok pemimpin yang baik dan murah hati, yang begitu peduli sama warganya.

“Saya tidak menyangka, sebagai warga yang biasa-biasa saja di perantauan, saya mendapatkan panggilan telepon dari beliau, disaat saya benar-benar membutuhkan dukungan,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu, kekaguman terhadap sosok Husler semakin menjadi saat Husler bersedia menyiapkan waktu dan menyempatkan diri untuk bertemu dengannya saat pulang ke Luwu Timur.

“Kebetulan tanggal 1 Oktober kemarin saya dapat diundang dan bertemu langsung dengan beliau di kediaman pribadinya di Malili” Terangnya.

Ia juga mengatakan sangat bersyukur masih diberi waktu dan kesempatan untuk bertemu dengan Husler.

“Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada beliau atas waktu dan kesempatannya, saya doakan semoga beliau sehat selalu dan kembali terpilih sebagai Bupati Luwu Timur periode selanjutnya,” harapnya. (Rif)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...