Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Tingkatkan Kualitas Pelayanan Keagamaan, Pengurus LPTQ Lutim Study Komperatif ke Tangsel
Minggu,29 November 2020 | 17:44 WITA |
BERITA TERKAIT

Dalam rangka upaya peningkatan kualitas pelayanan khususnya dibidang keagamaan, Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Luwu Timur, lakukan study komperatif pada LPTQ Kota Tanggerang Selatan, Sabtu (28/11/20).

Study komperatif tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPTQ Luwu Timur, H. Amran Syam SH, yang didampingi Kepala Kantor Kementrian Agama Luwu Timur.

Amran Syam mengatakan, LPTQ TangSel ini memiliki prestasi yang cukup gemilang dengan sejumlah prestasi, yakni menjuarai MTQ tingkat provinsi Banten sebanyak 7 kali berturut-turut, selain itu, Lembaga ini juga mendapatkan LPTQ E-ward sebagai pengelola administrasi dan manajemen terbaik se-provinsi Banten.

“Hal inilah yang menjadikan spirit dan motifasi kami sehingga hasil study komperatif ini diterima langsung oleh Ketua harian LPTQ Tangsel beserta pengurus LPTQ Provinsi Banten, yang nantinya akan membuat MOU dalam pengelolaan administrasi dan pengelolaan manajemen lembaga serta pembinaan kafilah dari seluruh cabang yang dilombakan di MTQ” Kata Amran.

Amran juga menjelaskan, dengan didasari oleh UU No.30, tentang pengelolaan keuangan daerah, LPTQ Tangsel ini setiap tahunnya mendapatkan dana hibah dari Pemda dimana tahun 2020 ini sebanyak 8 milyar yang dipergunakan untuk pengelolaan sekertariat, lomba MTQ tingkat pelajar, pembinaan guru mengaji, pelatihan imam masjid, serta pembinaan Qari dan Qariah mulai dari tingkat RT/RW.

“Dengan demikian, LPTQ Luwu Timur dari hasil study komperatif ini akan lebih memacu diri dan secepatnya akan melakukan MOU dengan LPTQ Tangerang Selatan, sehingga LPTQ Luwu Timur akan lebih propesional dan berprestasi” Tutupnya.(rif)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...