Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Lutra Jauh dari Target, Komang: ASN Banyak Yang Ragu
Minggu,7 Maret 2021 | 15:19 WITA |
Ilustrasi

Pelaksanaan vaksinasi Covid 19 Tahap II di Kabupaten Luwu Utara sedikit terhambat pelaksanaannya. Pasalnya, pencapaian target pelaksanaannya masih jauh panggang dari api.

Juru Bicara Satgas Covid 19 Luwu Utara, Komang Krisna menyebutkan untuk vaksinasi Tahap II ini menargetkan sebanyak 1.800 sasaran yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Sasaran dimaksud adalah para pelayan public seperti TNI, Polri, dan ASN.

Sayangnya, dari target tersebut baru teralisasi sebanyak 23,89 persen atau baru sekitar 430 orang saja yang didominasi oleh anggota TNI dan Polri yang mendapatkan vaksin dosis pertama.

“Sejauh ini aparat TNI dan Polri paling banyak, sementara ASN kita masih banyak yang ragu. Untuk itu, kami berharap semua Kepala Perangkat Daerah untuk mengoordinasi ASN-nya mengikuti vaksinasi COVID-19,” ujar Komang.

Dia mengatakan, vaksinasi tahap II dosis pertama ini ditargetkan rampung pada pertengahan maret mendatang atau sekitar tanggal 15-20 Maret 2021.

“Jadwal sudah kita dibagi. Kami mohon kepada pimpinan perangkat daerah mengoordinasi para staf-nya mengunjungi lokasi vaksinasi untuk divaksin. Vaksinasi ini program prioritas pemerintah. Kalau ini gagal, pandemi masih akan panjang,” harap Komang.

Menanggapi lambannya realisasi pelaksanaan vaksinasi tahap II ini, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu Utara segera mengambil langkah-langkah cerdas dan tidak terlalu kaku mengikuti juknis yang ada.

Salah satu solusi yang ia tawarkan, menambah atau memperbanyak vaksinator, dengan memaksimalkan 17 dokter internsip yang ada.

“Kalau bisa polanya diubah, kunjungan, vaksin dan tinggal. Saya kira 17 dokter internsip sudah dilatih menjadi vaksinator. Ini bisa dimaksimalkan,” ujar Indah.

Sekadar diketahui, Dinas Kesehatan dalam kegiatan vaksinasi menerjunkan 18 Tim Vaksinator di masing-masing puskesmas, termasuk di kabupaten. Setiap tim ada 10 orang, di antaranya petugas verifikasi data, petugas skrining, penyuntik vaksin, petugas observasi, serta petugas pencatatan daring.

Masing-masing Puskesmas ada dua Tim Vaksinator yang diturunkan. Bahkan pada pelaksanaan vaksinasi bagi ASN di Aula La Galigo, Dinas Kesehatan menurunkan tiga tim sekaligus untuk mempercepat vaksinasi bagi ASN.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...