Sambut HUT Lutim, ‎24 Tim Ikuti Turnamen Kasti

2 Min Read

Sebanyak 24 tim bola kasti ikut ambil bagian dalam ajang kompetisi dalam rangka meriahkan 13 Tahun Kabupaten Luwu Timur yang puncaknya pada tanggal 3 Mei mendatang.‎

Acara ini dibuka Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam‎ yang berlangsung di Lapangan Wonorejo Kecamatan Mangkutana, Kamis (21/04/16).

‎‎”Olahraga bola kasti ini patut dikembangkan, karena faktanya banyak masyarakat yang sangat berminat dengan olahraga ini,” kata Irwan Bahri Syam.

Menurutnya,‎ Kegiatan olahraga tradisional seperti kasti ini merupakan jenis olahraga yang dimata masyarakat sudah sangat dikenal. Namun dalam pandangannya, seiring waktu berjalan dan akibat besarnya pengaruh informasi dan teknologi, olahraga ini semakin dilupakan.

“Olahraga ini mengandung nilai-nilai kebersamaan yang kuat,” ungkap Irwan.

Pertandingan ini juga merupakan rangkaian acara menyambut hari jadi luwu timur ke 13. Tentu, kata Irwan, momen yang bersejarah ini menjadi kesempatan untuk memperbaharui semangat dan karya kita dalam menatap masa depan luwu timur yang jauh lebih baik, terkemuka dan semakin berdaya saing.‎‎

Tidak hanya itu, hari ini juga menjadi momen spesial bagi kaum perempuan karena bertepatan dengan hari Kartini, sosok perempuan yang menjadi teladan, dan memiliki cita-cita yang luhur bagi perjuangan kaum perempuan di Indonesia.

Ketua penyelenggara, Nursan oddank mengungkapkan, kegiatan olahraga tradisional ini bertujuan untuk melestarikan budaya melalui kegiatan permainan seprti kasti.

“Juga untuk ajang silahturahmi antara Pkk Desa, dharmawanita dan organisasi wanita se kec mangkutana,” kata Sekcam Mangkutana ini.

Pembukaan turnamen Bola kasti se Kecamatan Mangkutana ini ditandai dengan pemukulan Bola Kasti oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam. Sementara pertandingan ini akan berlangsung selama 8 hari yang dimulai dari tanggal 21 hingga 28 April mendatang.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.