11 Unit Randis Camat di Lutim Dibagikan

Asdhar
2 Min Read

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur telah menyerahkan sebanyak 11 Unit kendaraan dinas (Randis) bagi seluruh pemerintah kecamatan se- Luwu Timur. Penyerahan 11 Unit kendaraan bermotor ini diserahkan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma yang dilaksanakan di Gedung Wanita Simpurusiang Kecamatan Malili, Rabu (09/10/13) siang tadi.

Pengadaan 11 Unit kendaraan operasional pemerintah kecamatan ini memakai Anggaraan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013 senilai Rp3.934.542.469 miliar. Sementara Kendaraan dengan Tipe medium Masda 2.300cc  ini Untuk per unitnya senilai Rp357.685.679 juta.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Budaya Pongdala yang ditemui disela-sela penyerahan 11 unit kendaraan tersebut mengatakan Pengadaan kendaraan operasional camat ini telah memakai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2013 senilai Rp3.934.542.469 miliar. Sementara untuk harga per unit mobil tersebut senilai Rp. Rp.57.685.679 juta.

“Kendaraan ini kita beli dengan harga pemerintah yakni dengan harga per unit senilai Rp.352.000.000 juta namun ada tambahan seperti radio rig dan branding (logo pemda) jadi jumlah keseluruhan adalah Rp357.685.679 juta per unitnya,” ungkap Budaya.

Penyerahan 11 kendaraan operasional pemerintah kecamatan ini disaksikan oleh,  Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, Sukman Sadike, Kapolres Luwu Timur, AKBP. Rio Indra Lesmana, Kasi Intel Kejari Malili, Alfian Bombing, Para SKPD, Camat se- Luwu Timur dan Kepala Desa se-Luwu Timur.(*)

Alpian Alwi

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.