LUWURAYA.COM — Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kota Palopo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo mencatat 21 laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi perhatian karena kondisi cuaca yang panas dan lahan yang semakin kering dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.
Melalui unggahan pada akun Instagramnya, BPBD Kota Palopo mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat beraktivitas di lahan terbuka.
Kebakaran yang awalnya dipicu api kecil dapat berkembang menjadi lebih besar ketika kondisi lingkungan kering. Karena itu, pencegahan menjadi penting, terutama dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu api.
Kondisi di Palopo tersebut berlangsung ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau.
BMKG dalam analisis terbarunya pada 24 Agustus 2026 mencatat El Niño berada pada intensitas sangat kuat, dengan nilai indeks Nino3.4 mencapai +2,99. BMKG juga menyebut sebagian wilayah Sulawesi Selatan masuk dalam wilayah yang mendapatkan peringatan dini kekeringan meteorologis.
Dalam prakiraan cuaca periode 25–31 Agustus 2026, BMKG menyebut pengaruh El Niño yang sangat kuat dan IOD positif masih menjadi faktor yang mendukung kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko kebakaran pada lahan dan vegetasi yang mengering.
Artinya, kondisi kering yang dirasakan masyarakat bukan hanya persoalan berkurangnya hujan. Lingkungan yang lebih mudah kering juga membuat api lebih cepat berkembang ketika terjadi pembakaran atau sumber api lain yang tidak terkendali.
Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika menggunakan api di sekitar lahan terbuka, kebun maupun kawasan yang ditumbuhi vegetasi kering.
Dalam imbauannya, BPBD Kota Palopo juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan. Warga juga diminta tidak meninggalkan api maupun bara api tanpa pengawasan.
Selain itu, puntung rokok tidak boleh dibuang sembarangan, khususnya di area yang kondisi tanah dan vegetasinya sedang kering.
Masyarakat juga diminta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu api di lahan terbuka. Jika menemukan titik api, penanganan awal dapat dilakukan apabila kondisi memungkinkan dan aman, sekaligus segera melaporkannya kepada petugas.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

