Akhir Pekan, Husler Buka Lomba Perahu Tradisional “Bala-Bala”

2 Min Read

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler membuka Lomba Bala-bala (Perahu Mesin) yang dilaksanakan Himpunan Generasi Muda Islam (HIGMIS) dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan bertempat di Pelabuhan Wotu, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Minggu (25/08/2019).

Puluhan peserta dari berbagai daerah turut ramaikan lomba perahu Bala bala tersebut. Perlombaan dibagi dalam 3 kelas dan diikuti sebanyak 35 peserta. Lomba ini berlangsung selama 2 hari sejak, Minggu hingga Senin 25-26 Agustus 2019.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler dalam sambutannya mengatakan, kejuaraan ini merupakan ajang silaturahim antar nelayan khususnya pengguna perahu bala-bala. Menurutnya, kegiatan seperti ini patut ditumbuh kembangkan karena perahu bala-bala merupakan sarana masyarakat nelayan mencari ikan, namun bisa juga dikatakan kegiatan olahraga masyarakat kampung pesisir yang perlu dilestarikan.

Husler juga berharap agar even ini berjalan lancar, panitia dihimbau tetap mengutamakan keselamatan seluruh peserta. “Selamat berlomba, tetap jaga keamanan dan utamakan keselamatan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Husler menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp. 8 Juta kepada panitia. Usai memberikan sambutan, dengan menggunakan perahu karet, Bupati melepas peserta lomba yang ditandai dengan pengibaran bendera start di lokasi sungai.

Usai membuka lomba perahu, Bupati juga menyempatkan mengelilingi objek wisata Banua Pangka Wotu. Dalam kunjugannya, Bupati memerintahkan Kadis Parbudmudora untuk menganggarkan perbaikan jalan objek wisata Banua Pangka karena kondisi akses sudah rapuh, dan mengistruksikan Kadis PU untuk melakukan penimbunan pinggir jalan akses masuk pelabuhan TPI Wotu. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.