Aksi Tanam 1.000 Pohon Pucuk Merah Pemdes Solo Untuk Penghijauan

1 Min Read

LUTIM – Pemerintah Desa (Pemdes) Solo Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur, melakukan aktivitas penanaman 1.000 pohon jenis pucuk merah di sepanjang jalan menuju Desa Solo, pada Jumat (07/02/2020).

Penanaman pohon bernama Latin Syzygium ini dilakukan bertujuan sebagai penghijauan sekaligus merubah areal jalan agar indah dan rindang.

Kepala Desa Solo, Edi Sunaryo Iswanto mengungkapkan, Pucuk merah sengaja dipilih karena pohon tersebut memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) lebih besar dibandingkan jenis tumbuhan yang lain. Hal ini dilihat dari laju fotosintesis dan kandungan timbal (PB) daun pucuk merah.

Selain itu, pucuk merah juga memiliki kemampuan menyerap karbon. Dan yang lebih penting, akar pohon pucuk merah juga tidak merusak bangunan seperti aspal dan Draenase/Proteksi.

Kades Solo berharap, dengan adanya penanaman 1.000 pohon di jalan poros Desa Solo ini, diharapkan mampu memberikan kesejukan serta keindahan bagi masyarakat desa serta para pengguna jalan.

“Semoga dengan adanya pohon ini, suasana sekitarnya lebih sejuk dan dapat dinikmati oleh masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di Desa Solo,” tuturnya.

Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan seluruh Perangkat Desa Solo, BPD, Linmas, Ketua RT dan Babinsa Desa Solo, Sertu Ruswanto. (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.