Amran Syam Buka Kursus Pelatih Lisensi D

Asdhar
2 Min Read

Ketua DPRD Luwu Timur, H. Amran Syam, membuka secara resmi kursus pelatihan pelatih sepakbola di Hotel Transisco Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu (26/06/2019).

Kursus pelatihan ini diselenggarakan oleh ASKAB PSSI Luwu Timur bekerjasama dengan ASPROV PSSI Sulawesi Selatan dimulai tanggal 24 hingga 30 Juni 2019.

Ketua Panitia, Lukman mengatakan, peserta kursus pada gelombang kedua ini berjumlah 20 orang, berasal dari Kota Makassar, Toraja, Kota Palopo, Luwu dan Luwu Timur. Sebelumnya, pada gelombang pertama diikuti sebanyak 22 orang peserta.

“Tujuan kursus pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menguasai kompetensi wawasan permainan, wawasan kepelatihan, wawasan S4D, Manajemen dan Administrasi,” kata Lukman.

Ketua DPRD Luwu Timur, H. Amran Syam yang juga sebagai Ketua ASKAB PSSI Luwu Timur mengatakan, usai mendapatkan kursus pelatihan, diharapkan peserta mampu mencetak manusia tangguh untuk persepakbolaan masa depan yang lebih baik.

Amran sedikit bernostalgia bersama Jessie Mustamu, Instruktur handal dari PSSI yang diundang pada kegiatan ini. Sewaktu Sea Games Manila 1991, dirinya saat itu membela Indonesa pada cabang olahraga karate sedangkan Jessie bersama timnas pada cabang olahraga sepakbola.

“Saya tau banyak kiprah pak Jessie saat menjadi pemain, hingga sekarang dipercaya sebagai instruktur pelatih, Beliau sangat banyak pengalamannya,” ungkap Amran.

Melalui kursus ini, lanjut Amran, selain mendapatkan Lisensi D Filosofi Sepakbola Indonesia (Filanesia), diharapkan pula peserta banyak mendapatkan inspirasi dan wawasan yang diberikan oleh instruktur. (tom/alp)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.