Banjir Landa Tiga Desa di Malili

1 Min Read

Hujan tak henti-henti yang melanda wilayah Luwu Timur sejak dua hari yang lalu mengakibatkan tiga desa di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur terendam banjir. Ketiga desa itu yakni Desa Laskap, Ponkeru, dan Ussu.

Pantauan luwuraya.com, ketinggian air akibat banjir ini mencapai lutut orang dewasa, sehingga warga memilih untuk berada di rumah-rumah kerabat mereka yang aman dari banjir.

“Hujan terus menerus dalam dua hari membuat banjir menggenangi permukiman padat penduduk di Dusun Labose, Desa Laskap. Ratusan rumah terendam banjir. Selain itu ratusan hektar sawah dan puluhan hektar tambak di Dusun Kawasule, Desa Pongkeru juga tersapu banjir,” tutur Syarifuddin, Kepala Desa Pongkeru.

Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Luwu Timur, Asyhar yang dikonfirmasi luwuraya.com, Kamis (25/07/13) siang tadi mengatakan saat ini pihak badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) sudah berada di lokasi bencana untuk melakukan evakuasi warga yang berada di lokasi banjir.

Menurut Asyhar, banjir yang merendam tiga desa yang ada di kecamatan Malili diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi. “Curah hujan yang tinggi beberapa hari hingga hari ini mengakibatkan tiga desa terendam sementara Pihak kami saat ini telah turun melakukan evakuasi di lokasi bencana,” ungkap Asyhar.

Alpian Alwi

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.