Dari Sampah ke Paving Blok, Inovasi Mahasiswa KKNT di Desa Laro

Asdhar
2 Min Read
Mahasiswa KKNT Unismuh Palopo menggelar pelatihan di Desa Laro, Burau, mengubah sampah plastik menjadi paving blok dan mendorong lingkungan produktif. (Sumber: umpalopo.ac.id)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Inovasi pengelolaan sampah mulai tumbuh di Desa Laro, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Muhammadiyah Palopo Posko 2 menghadirkan pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi paving blok sebagai solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi warga.

Program tersebut digelar melalui Workshop Pengelolaan Limbah Terpadu di Aula Kantor Desa Laro, Selasa (28/04/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong masyarakat agar memandang sampah sebagai sumber daya bernilai guna.

Dalam workshop itu, peserta mendapat pelatihan langsung membuat paving blok berbahan dasar sampah plastik. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengolahan bahan hingga proses pencetakan.

Direktur Yayasan Bumi Sawerigading Palopo, Abdul Malik Saleh, yang menjadi narasumber utama, menjelaskan bahwa sampah plastik bisa diolah menjadi produk bermanfaat jika dikelola dengan tepat.

“Limbah plastik tidak harus berakhir di tempat pembuangan. Dengan inovasi sederhana, sampah bisa diubah menjadi paving blok yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Selain pelatihan paving blok, kegiatan ini juga mengenalkan konsep kampung sayur terintegrasi. Dosen Universitas Muhammadiyah Palopo, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat dipadukan dengan pertanian berkelanjutan.

Menurutnya, desa memiliki potensi besar untuk membangun lingkungan bersih sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Ketua Panitia, Syahrul Ramadhan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang diharapkan memberi manfaat jangka panjang.

“Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan baru yang bisa diterapkan langsung, baik untuk menjaga lingkungan maupun menambah nilai ekonomi,” katanya.

Kepala Desa Laro, Suharman, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKNT yang membawa edukasi praktis bagi warga. Ia berharap program serupa terus berlanjut agar Desa Laro berkembang menjadi desa produktif dan ramah lingkungan.

Melalui inovasi ini, Desa Laro dinilai berpeluang menjadi contoh pengelolaan sampah kreatif di Kabupaten Luwu Timur, dengan mengubah limbah plastik menjadi produk bermanfaat bagi masyarakat.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser