Demi Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, Kesbangpol Luwu Timur Menggelar Sosialisasi

2 Min Read

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu Timur menggelar sosialisasi Pemilih Pemula yang bertemakan “Meningkatkan Partisipasi dan Kedewasaan Politik Bagi Pemilih Pemula Dalam Rangka Menyongsong Pemilu 2019”.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah dan guru pendamping yang dipusatkan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (20/02/2019).

Pelaksanan sosialisasi ini dibuka Asisten Pemerintahan, Dohri As’ari mewakili Bupati Luwu Timur. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rahman Atja, dan Komisioner KPU Kabupaten Luwu Timur, Zainal.

“Pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan sosialisasi pemilih pemula ini untuk mendorong peningkatan partisipasi pemilih yang akan berlangsung 17 April 2019 mendatang. Harapan kita semua, pesta demokrasi ini dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” kata Dohri.

Lanjut Dohri, Pendidikan Politik merupakan upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar lebih memahami situasi politik. Pemahaman kesadaran berpolitik bagi pemilih pemula perlu diaktualkan melalui sosialisasi seperti ini. Apalagi pemilih pemula merupakan sasaran potensial untuk mendulang suara.

“Intinya jangan sampai pemilih pemula asal mencoblos calon karena populer semata atau karena modalnya kuat tapi tidak mampu mengemban aspirasi masyarakat yang telah memilihnya,” jelasnya.

“Harapan kami selaku pemerintah setempat, agar sosialisasi ini menjadi wadah yang mencerahkan bagi para pemilih pemula sehingga menjadi pemilih yang cerdas dan yang paling penting ikut berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya di TPS nantinya,” jelas Dohri.

Sementara Kepala Kesbangpol Luwu Timur, Guntur Hafid mengatakan, sosialisasi pemilih pemula ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilu serentak tahun 2019.

“Sosialisasi ini terbagi dua zona. Zona pertama di Aula Sasana Praja Kantor Bupati diikuti 200 peserta dan zona kedua digedung pertemuan Tomoni sekitar 150 peserta,” ungkap Guntur. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.