Desa Atue Disiapkan Jadi Percontohan Desa Produktif

Asdhar
3 Min Read
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, saat mengunjungi desa Atue (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Desa Atue di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, disiapkan menjadi percontohan desa produktif dan berwawasan lingkungan di Sulawesi Selatan. Potensi tersebut menjadi perhatian Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, saat mengunjungi desa tersebut, Senin (8/6/2026).

Menurut Fatmawati, Desa Atue memiliki karakteristik yang tidak dimiliki banyak desa lain karena berada di kawasan hutan produktif sekaligus hutan lindung.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan desa yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Desa Atue merupakan desa yang cukup spesial, unik, dan istimewa karena memiliki hutan produktif dan hutan lindung,” kata Fatmawati.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka Gerakan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih yang digelar di Desa Atue.

Wakil Gubernur Sulsel hadir didampingi Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dan Ketua TP PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan.

Dorong Gerakan Desa Asri

Dalam kesempatan itu, Fatmawati mengajak masyarakat mengembangkan konsep Gerakan Asri yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Rapi, dan Indah.

Ia menilai perubahan lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga.

Karena itu, masyarakat didorong menjaga kebersihan lingkungan serta membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik.

Menurut Fatmawati, langkah tersebut dapat menjadi fondasi penting untuk membangun desa yang sehat dan produktif.

Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga diharapkan mampu memanfaatkan potensi lahan yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Terima Ratusan Bibit Produktif

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Desa Atue, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan bibit tanaman produktif kepada masyarakat.

Fatmawati secara simbolis menyerahkan bibit cabai siap petik kepada lima kepala keluarga.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga menyalurkan 500 bibit tanaman produktif bernilai ekonomi.

Bantuan tersebut terdiri dari 50 pohon durian Musang King, 100 pohon durian sambung, 50 pohon alpukat sambung, 50 pohon mangga Mahathir, 50 pohon rambutan, 50 pohon manggis, 50 pohon cempedak, 100 pohon jengkol, serta bibit kangkung.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyambut baik perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap Desa Atue.

Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong masyarakat mengembangkan potensi desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga Desa Atue terus berkembang dan masyarakatnya mendapatkan manfaat dari berbagai program yang dijalankan,” ujar Irwan.

Melalui pengembangan desa berbasis lingkungan dan produktivitas, Desa Atue diharapkan menjadi salah satu contoh pengelolaan desa yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam di Sulawesi Selatan.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser