Di Pelantikan IDI Luwu Timur, Wabup Irwan Ajak Dokter Utamakan Pelayanan

2 Min Read

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengajak semua pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Luwu Timur untuk mengutamakan pelayanan dalam menjalankan tugas profesi sebagai dokter. Menurutnya, unsur pelayanan merupakan salah satu yang tertuang dalam kode etik kedokteran.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Bupati pada acara Pelantikan Pengurus IDI Cabang Luwu Timur periode 2018-2021 yang berlangsung di Matano Player Sorowako, Jumat (30/08/2019) malam. Pelantikan IDI ini juga disaksikan Anggota DPRD, Sarkawi A. Hamid, Kadis Kesehatan, dr. April, Wakil Ketua TP-PKK, dr. Ani Nurbani dan Camat Nuha, Masdin.

Dalam pelantikan itu, terpilih sebagai Ketua IDI cabang Luwu Timur periode 2018–2021 yaitu dr. Irfan M.Kes. menggantikan ketua periode sebelumnya, dr. Kristiawan Basuki yang merupakan plt. dr. Kunto Rahardjo. Pengurus IDI Cabang Luwu Timur ini dilantik Ketua IDI Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, dr. Muhammad Ichsan Mustari.

Lanjut Irwan, pembangunan di bidang kesehatan merupakan sektor yang sangat penting dalam mendukung Pembangunan Daerah. Menurutnya, dengan ditopang sektor kesehatan yang baik, masyarakat dapat beraktivitas dan meningkatkan produktivitas dalam kehidupan sehari-harinya.

“Saya berharap kepengurusan IDI sebagai sebuah organisasi yang baik diharapkan dapat menjadi wadah menyuarakan aspirasi para dokter serta memperbanyak kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan di masyarakat,” tambahnya.

“Semoga para pengurus IDI cabang Luwu Timur yang baru dapat mengemban amanah dalam melaksanakan tugas, profesional dan bertanggung jawab,” katanya.

Pelantikan diisi dengan upacara pengambilan janji, pengalungan kalung jabatan dan penandatanganan berita acara serta dilanjutkan dengan acara Round Table Discussion di Matano Yatch Club pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.