Dinding Sungai Jalajja Rawan Ambruk, Husler Perintahkan Dinas PU Segera Normalisasi

2 Min Read

Derasnya aliran sungai Jalajja yang juga diakibatkan tingginya curah hujan terus menerus mengerus tebing sungai membuat dinding sungai runtuh dan membuat badan sungai bertambah lebar. Jika tidak segera diatasi, sisa menunggu waktu rumah penduduk yang berada disekitar aliran sungai tersebut dan jalan desa juga akan ambruk.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler didampingi Kadis Pekerjaan Umum, Syahrir, memantau langsung kondisi rumah warga dan jalan disekitar sungai Jalajja Kecamatan Burau yang hampir ambruk akibat melebarnya badan sungai tersebut.

”Sudah parah ini, harus cepat diatasi ini pak kadis PU, untuk langkah awal kita lakukan normalisasi dulu baru kemudian diproteksi,” kata Husler, Sabtu (16/05/2020).

Ditepi sungai tersebut, ada rumah warga yang jaraknya sudah sangat dekat dari bibir sungai, sekitar dua meter. Rumah pak Ilham Sadar. Pepohonan yang ditanaminya untuk penguat tanah ternyata sudah ambruk ke sungai.

Olehnya itu, Husler mengingatkan agar Ilham Sadar dan keluarga harus selalu waspada. Jika terjadi hujan lebat, sebaiknya mengungsi dulu karena kondisi rumah yang sudah dekat dari bibir sungai rawan ambruk.

“Kalau hujan lebat, sebaiknya mengungsi dulu pak. Kami upayakan akan segera melakukan normalisasi sungai ini,” jelasnya.

Setelah meninjau lokasi pertama, Husler bersama Kadis PU kembali melakukan pemantauan jalan yang juga hampir ambruk diakibatkan aliran sungai di Desa Batu Putih Kecamatan Burau. Kondisinya pun hampir sama dengan lokasi sebelumya dan rencananya Pemda juga akan melakukan normalisasi dan proteksi di wilayah sungai tersebut. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.