“Disdukcapil Masuk Desa” Layani Warga Kasintuwu

Asdhar
1 Min Read

LUTIM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Luwu Timur tak pernah lelah memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat agar tertib administrasi kependudukan.

Kali ini layanan dikhususkan bagi warga non muslim di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana yang telah menikah secara agama namun belum memilliki kutipan Akta Perkawinan dari Disdukcapil. Selain itu, warga juga dapat langsung mengurus Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga.

Pelayanan bertajuk “Disdukcapil Masuk Desa” ini dipimpin langsung Kepala Disdukcapil Lutim, Oksen Bija, didampingi Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Sitti Hapsah Hide, Kepala Seksi Perkawinan dan Perceraian, Rosmala Dewi Amir, pada Jum’at (08/11/2019).

Kepala Disdukcapil, Oksen Bija mengatakan, Akta Perkawinan merupakan komponen penting sebagai dasar untuk mendukung dokumen-dokumen lainnya seperti Akta Kelahiran.

“Saya berharap semua masyarakat di Kabupaten Luwu Timur tertib administrasi kependudukan, tanpa terkecuali. Yuk tertib administrasi kependudukan,” ajak Oksen.

Layanan jemput bola Disdukcapil ini mendapat apresiasi warga yang mengurus Akta Perkawinan karena memudahkan masyarakat membuat dokumen kependudukan, warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kabupaten untuk mengurus dokumen kependudukan. (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.