Ditabrak Bus, Mobil Daihatsu Taruna Terseret Sejauh 25 Meter

2 Min Read

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Luwu Timur. Kali ini, sebuah mobil Daihatsu Taruna terseret sejauh 25 meter akibat dibarak oleh bus penumpang dari Perusahaan Otobus (PO) New Liman. Akibatnya, satu orang penumpang Daihatsu Taruna tewas ditempat, dua orang lainnya dalam kondisi kritis, dan dua penumpang luka ringan.

Informasi yang dihimpun, tabrakan terjadi sekitar pukul 20.00 Wita, di Dusun Togo, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda. Kondisi jalanan yang menurun membuat Bus New Liman dengan nomor polisi DD 7513 XX dengan kecepatan tinggi mengarah ke Makassar mencoba melambung sebuah mobil yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Kondisi jalan yang menurun dan menikung membuat supir bus New Liman tidak memperhatikan mobil Daihatsu Taruna dengan nomor polisi DD 1444 HA yang juga sedang melaju dari arah berlawanan. Tabrakan tidak terhindarkan, dan mobil Daihatsu Taruna yang dikendarai oleh Theovilus Tandiallo (33), harus terseret sejauh 25 meter, dan menyebabkan dirinya langsung tewas di tempat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lutim, AKP Paliling Angga yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah mengamankan TKP dan mengevakuasi korban ke RS PT vale Indonesia, yang berada di Sorowako.

“Kami masih melakukan pendataan, korban tewas satu orang yakni supir Daihatsu Taruna, sementara identitas korban luka sebanyak empat orang belum kami ketahui, namun semuanya sudah dievakuasi ke RS PT Vale Indonesia,” ujar Paliling.

Alpian Alwi

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.