DPKPP Lutim Investigasi Sejumlah Usulan  Musrenbang Kecamatan Towuti

2 Min Read

Dalam rangka menindaklanjuti hasil Musrenbang Kecamatan Towuti untuk tahun anggaran 2020, maka Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) melakukan investigasi lapangan terkait usulan dari Kelurahan/Desa di wilayah tersebut.

Investigasi dilakukan selama dua hari yakni tanggal 06 dan 08 Maret 2019 oleh dua orang staf dari DPKPP yakni Nurhalis dan Nurlang.

Hari pertama tim investigasi mengunjungi Desa Tole untuk melihat lanjutan pembangunan drainase trans Mahalona sepanjang 5 Km dengan anggaran sebesar Rp. 6 Miliar. Dari hasil investigasi, diketahui proyek tersebut masuk dalam kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.

Selanjutnya tim melakukan investigasi usulan warga Desa Libukang Mandiri terkait lanjutan pembangunan drainase dalam pemukiman Dusun Landangi, Dusun Jatiwangi, Dusun Salu Butto dan Dusun Mallisa sepanjang 5 Km.

Sedangkan di Desa Kalosi, usulan warga mengenai lanjutan pembangunan drainase Desa kalosi sepanjang 20 Km, menjadi sasaran investigasi tim. Investigasi pada hari kedua, 08 Maret 2019, tim investigasi menyasar tiga desa, masing-masing Desa Buangin, Desa Mahalona dan Desa Matompi.

Di Desa Buangin, tim investigasi melihat langsung usulan warga tentang lanjutan pembangunan drainase permukiman sepanjang 10 Km. Sementara di Desa Mahalona, tim Investigasi melihat usulan warga terkait lanjutan pembangunan drainase Dusun Ballawai, Dusun Koromalai sepanjang 4000 meter, serta peningkatan jalan poros Mahalona, Dusun Ballawai dan dusun Koromalai sepanjang 5000 meter.

Investigasi terakhir dilakukan di Desa Matompi untuk melihat usulan warga mengenai pembangunan drainase jalan cendana Dusun Belira sepanjang 2000 Meter. (ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.