Kemiri hasil panen petani di Kabupaten Luwu kini semakin luas menjangkau pasar internasional. Melalui PT Onstar Pop Farm, komoditas lokal tersebut kembali diekspor ke Jeddah, Arab Saudi, sekaligus merealisasikan kontrak ekspor sebanyak 80 ton yang diperoleh perusahaan melalui ajang Anging Mammiri Business Fair (AMBF) 2025.
Pengiriman tahap kedua tersebut dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wipanda, di Terminal Petikemas (TPK) 1 Pelindo Makassar, Kamis (23/7/2026).
Sebanyak 10,2 ton kemiri bulat (whole candlenut) senilai 33.660 dolar Amerika Serikat dikirim menggunakan satu kontainer berukuran 20 kaki menuju Jeddah. Dengan pengiriman ini, total realisasi ekspor PT Onstar Pop Farm mencapai 20,2 ton dari target 80 ton selama dua tahun.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian bagi perusahaan, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi petani kemiri di Kabupaten Luwu. Seluruh kebutuhan bahan baku PT Onstar Pop Farm dipasok dari hasil panen masyarakat setempat.
Berawal dari Desa Taramatekke
Direktur PT Onstar Pop Farm, Muhammad Irfandi Arwin, mengatakan usahanya berawal dari fasilitas produksi sederhana di Desa Taramatekke, Kabupaten Luwu. Saat itu, pihaknya belum memahami proses legalitas usaha maupun mekanisme ekspor.
Melalui pendampingan Pemerintah Kabupaten Luwu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Bank Indonesia melalui Program REWAKO Ekspor, perusahaan secara bertahap meningkatkan kapasitas usaha hingga berhasil memperoleh kontrak ekspor ke Arab Saudi.
“Awalnya kami hanya berproduksi secara sederhana. Alhamdulillah, melalui pembinaan dan pendampingan dari berbagai pihak, hari ini kami dapat membuktikan bahwa UMKM juga mampu mengekspor produk ke luar negeri. Semoga ini menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM lainnya,” ujar Irfandi.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut turut memberikan manfaat langsung kepada petani kemiri di Kabupaten Luwu karena seluruh kebutuhan bahan baku berasal dari masyarakat lokal.
Pendampingan dari Legalitas hingga Pasar Ekspor
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wipanda, menjelaskan keberhasilan PT Onstar Pop Farm merupakan hasil pendampingan melalui Program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable).
Program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendampingi pelaku UMKM mulai dari penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi mengikuti pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia dan Anging Mammiri Business Fair.
“Ekspor bukan proses yang instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar global. Keberhasilan PT Onstar Pop Farm menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten mampu mengubah peluang menjadi transaksi nyata,” kata Rizki.
Ia mengungkapkan, AMBF 2025 berhasil mencatat komitmen ekspor senilai Rp228 miliar dari 30 pembeli internasional yang berasal dari 17 negara. Hingga Juli 2026, realisasi ekspor dari ajang tersebut telah mencapai sekitar Rp122,7 miliar.
UMKM Didorong Naik Kelas
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi keberhasilan PT Onstar Pop Farm menembus pasar internasional. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa UMKM daerah mampu bersaing secara global apabila memperoleh pendampingan yang berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menjadi katalisator sinergi antara pelaku usaha, perbankan, pemerintah, hingga mitra logistik. Kolaborasi seperti inilah yang akan memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fatmawati.
Ia menilai tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku ekspor adalah tingginya biaya logistik. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen terus mendampingi UMKM melalui penguatan jejaring usaha, efisiensi distribusi, dan perluasan akses pasar internasional.
Menurut Fatmawati, keberhasilan PT Onstar Pop Farm juga sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan yang mendorong hilirisasi serta peningkatan nilai tambah komoditas lokal agar mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

