Evaluasi Smart City Lutim, Desa Sorowako Layak Jadi Percontohan Smart Village

2 Min Read

LUTIM – Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia kunjungi Desa Sorowako dalam rangka evalusi pelaksanaan Smart City di Kabupaten Luwu Timur, Rabu (11/03/2020).

Perwakilan Kementerian Kominfo, Dwi Elfrida selaku Kasi Pengembangan Layanan Aptika Pemerintah daerah mengunjungi Desa Sorowako sebagai salah satu representasi smart city di Bumi Batara Guru.

Dalam kunjungannya, Dwi Elfrida memberikan apresiasi atas pengembangan kebijakan di Desa Sorowako yang sejalan dengan elemen-elemen smart city.

“Saya kagum dengan kegiatan-kegiatan di Desa Sorowako yang banyak melibatkan Bumdes dan manfaatnya akan terasa pada masyarakat,” ujar Dwi.

Hary Febriansyah selaku tim ahli pembimbing penyusunan masterplan smart city Kabupaten Luwu Timur menambahkan bahwa Desa Sorowako bisa menjadi desa percontohan.

“Tidak perlu jauh untuk study tiru, bahkan dari Jawa bisa belajar disini,” imbuhnya.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Muhammad Safaat DP mengungkapkan bahwa, tinjauan lapangan ini untuk memastikan program smart city di Kabupaten Luwu Timur berjalan dengan baik dan sesuai dengan masterplant yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Tim dari Kementerian Kominfo juga meminta tanggapan langsung dari OPD dan masyarakat terkait pelaksanaan smart city di Kabupaten Luwu Timur,” tutur Safaat.

Selain tinjuan lapangan, tim dari Kementerian Kominfo juga dijadwalkan akan melakukan rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat sebagai Kelompok Kerja (Pokja) pelaksanaan smart city. (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.