Gubernur Sulsel : Dihimbau Agar Shalat Ied Di Rumah Masing-Masing

2 Min Read

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler  bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Luwu Timur menghadiri rapat virtual video conference dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Forkopimda Sulsel dan Para Bupati/Walikota se-Sulsel.

Rapat Vicon itu berlangsung di Ruang Kerja Bupati Luwu Timur dengan agenda rapat membahas perkembangan penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan termasuk pula pembahasan tentang pelaksanaan sholat ied jelang hari raya Idul fitri 1441 Hijriah, Selasa (19/05/2020).

Gubernur Sulsel, Prof. H. Muhammad Nurdin Abdullah mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan Menkopolhukam, Menteri Agama, Kapolri, Kepala BIN sudah disepakati bahwa pelaksanaan sholat Ied Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah dihimbau untuk dilakukan di rumah masing-masing.

“Dihimbau Kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pemutusan rantai penularan Covid-19  tahun ini untuk tetap merayakan hari raya Idul Fitri dan sholat Ied di rumah masing-masing,” kata Nurdin dalam sambutannya.

Oleh karena itu, kata Gubernur, diharapkan agar seluruh Bupati dan Walikota se Sulawesi Selatan bersama Forkopimda dan Tokoh-Tokoh agama untuk lebih masif mensosialisasikan pelaksanaan ibadah sholat Ied dirumah masing-masing sebagai bentuk dukungan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sementara Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler dalam laporannya mengatakan, sudah ada maklumat yang dikeluarkan Pemerintah daerah bersama Forkopimda terkait himbauan untuk melaksankan sholat Ied dirumah masing-masing.

“Arahan pak Gubernur sudah sama dengan maklumat yang kita keluarkan bersama Forkopimda. Dimana salah satu poinnya yakni himbauan untuk melakukan sholat Ied di rumah masing-masing,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.