Hari Ini Angka Pasien Sembuh Bertambah Menjadi 1.084 Dan 29 Kasus Baru

2 Min Read

LUTIM – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Timur, Masdin, kembali memperbaharui informasi kita terkait perkembangan virus corona, Jumat (25/09/2020).

Ia menginformasikan bahwa, jumlah pasien sembuh atau telah selesai isolasi dan jumlah kasus baru konfirmasi covid-19 mengalami penambahan yang cukup signifikan hari ini.

“Alhamdulillah, khusus pasien sembuh, hari ini bertambah sebanyak 19 orang yang berasal dari Kec. Nuha 7 orang dan Kec. Malili 4 orang, Kecamatan Towuti 4, Kecamatan Wasuponda 3, dan Kecamatan Tomoni 1. Tambahan tersebut membuat angka total pasien telah selesai isolasi meningkat menjadi 1.084,” ujarnya.

Dirinya juga menginformasikan bahwa, selain pasien sembuh, angka kasus baru terkonfirmasi covid19 juga mengalami peningkatan sebanyak 29 kasus yang berasal dari 3 Kecamatan, dimana Kecamatan Nuha merupakan distribusi kasus terbanyak dengan total 26 kasus, kemudian Kecamatan Wasuponda 2 kasus dan terakhir Kecamatan Malili 1 kasus.

“Tambahan 29 kasus baru tersebut, hingga hari ini total angka kasus konfirmasi covid19 meningkat menjadi 1.289 kasus,” beber Masdin.

Berikut update lengkap perkembangan virus corona di Kab. Luwu Timur per tanggal 25 September 2020 :

1. Konfirmasi 1.289 (simtomatik 34, asimtomatik 164, sembuh/selesai isolasi 1.084, meninggal 6),

2. Probable 12 (probable 9, meninggal 3),

3. Suspek 649 (proses isolasi 45, discarded 602, meninggal 2),

4. Kontak Erat 2.502 (proses karantina 379, discarded 2.123). (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.