Hatta Minta Bank Sulselbar Beri Bantuan Modal ke Petani

2 Min Read
Ilustrasi (int)

Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma meminta pihak Bank Sulselbar untuk memberi kemudahan khusus bantuan modal kepada para petani di Luwu Timur. Pasalnya sejak tahun 2003, Pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp35 milyar sebagai penyertaan modal di bank milik Pemprov Sulsel tersebut.

“Penyertaan modal di Bank Sulselbar dari Pemkab Luwu Timur adalah merupakan terbesar kedua setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Artinya penyertaan modal yang sudah kami bantukan diharapkan dapat pula mendukung sektor pertanian khususnya kemudahan bantuan modal bagi para petani,” kata Hatta.

Menurutnya, petani adalah aset daerah yang memerlukan perhatian perbankan dalam memberikan bantuan modal, hal ini juga akan mendukung percepatan ekonomi daerah juga mendukung pencapaian Visi Daerah Menuju Kabupaten Agroindustri.

Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K), Nursih Hariani mengatakan, luas areal tanam komoditas padi untuk Tahun 2012  sebesar 32.927 hektar, dengan  luas areal panen 30.234 hektar.

Kapasitas produksi untuk tahun 2012 adalah mencapai 204.670,97 ton dengan produktivitas rata-rata 6.77 ton per hektar. Sementara untuk tanaman jagung, memiliki luas arel tanam mencapai 2.784 hektar dengan luas panen 3.602 hektar, dengan total produksi 16.210,23 ton dan produktivitas rata-rata mencapai 4,50 ton per hektar.

Jenis tanaman petanian lain yang ada yakni Kedelai, dengan luas areal tanam sebesar 297 hektar,  luas areal panen mencapai 285 hektar, dengan total produksi 364,51 ton atau produktivitas rata-rata sebesar 1,28 ton per hektar. (b)

Alpian

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.