Husler Berharap Guru S2 Peserta Tubel Mampu Tingkatkan Kualitas Pendidikan

2 Min Read

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler mengharapkan agar para guru peserta tugas belajar (Tubel) S2 dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini.

Harapan ini disampaikan Bupati Luwu Timur, saat menerima kembali para guru program tugas belajar tahap 1 sekaligus melepas guru tugas belajar tahap 3 tahun 2019, Senin (02/09/2019) di Aula Dinas Pendidikan. Program tugas belajar ini merupakan kegiatan prioritas (KP1) yang menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM).

Menurut Bupati, peningkatan Sumber Daya Manusia memang menjadi target prioritas Pemerintah daerah terutama para guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.

“Dengan program tugas belajar ini, saya ingatkan agar para guru yang selesai melaksanakan tugas belajar mampu berbuat yang terbaik terutama meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini,” pinta Husler.

Husler juga mengatakan bahwa, setiap tahun perkembangan kualitas pendidikan di Luwu Timur terus membaik yang dibuktikan dengan banyaknya pelajar yang sukses dalam berbagai lomba, baik sains, matematika, seni, maupun teknologi. Keberhasilan ini berkat peran para guru dalam membina dan mendidik para siswa.

“Saya tunggu karya dan kreasi saudara semua dalam memajukan dunia pendidikan di Luwu Timur ini,” ujar Husler.

Sementara Kepala BKPSDM Luwu Timur, Kamal Rasyid mengatakan, program tugas belajar tahap pertama tahun 2017 telah selesai berjumlah 15 orang dengan rincian 12 Guru SD dan 3 Guru SMP. Selanjutnya tahap kedua tahun 2018 berjumlah 20 orang dengan rincian 2 orang guru TK, 11 Guru SD dan 7 Guru SMP yang sementara menjalani perkuliahan. Kemudian tahap ketiga tahun 2019 berjumlah 30 orang dengan rincian 16 Guru SD dan 14 guru SMP yang total realisasi keseluruhan 65 orang dari 100 orang target. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.