Husler Hadiri Wisuda Santri TPA BKPRMI Malili

2 Min Read

Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler menghadiri wisuda santri dari Taman Pendidikan Alquran (TPA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Malili di Wisuda, Kamis (15/05/14).

Dalam kesempatannya, Husler mengatakan jika bangsa yang maju tercermin dalam tingkat pendidikannya. Olehnya itu, kita dituntut untuk selalu tetap mengetahui perkembangan teknologi sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan.

“Jangan pernah berhenti untuk mengetahui dan mencari tahu. Seperti hadis Rasulullah SAW yang artinya tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat,” ungkap Husler.

Menurutnya Pendidikan adalah kata kunci bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam sederet kebutuhan lainnya. Tak terkecuali pada pendidikan Alqur’an sebagai wadah untuk mengajar membaca, menulis dan memahami isi Alqur’an.

“Melalui pendidikan Alqur’an akan melahirkan generasi muda yang berkualitas, yang mana selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, juga memiliki iman dan taqwa yang menjadi pondasi dalam kehidupannya,” ungkap Husler.

Sementara itu. Ketua DPD BKPRMI Luwu Timur, H Rusdi Daming mengatakan acara wisuda merupakan suatu apresiasi bagi seluruh santri yang telah lulus dalam memperdalam kitab suci Alqur’an. Sementara pada kegiatan wisuda ini diikuti oleh 135 santri yang berasal dari seluruh mesjid seluruh Kecamtan Malili.

“Kami mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berdampak positif bagi tumbuh berkembangnya TPA, memotivasi para guru dan diharapkan kedepannya juga dapat ditingkatkan untuk kesejahteraan guru,” ungkap Rusdi.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.